DILI, 04 Desember 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste kembali memperkuat langkah koordinasi nasional melalui Pertemuan Koordinasi Antar Kementerian yang ke-III dipimpin oleh Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, dalam rangka memastikan pemenuhan komitmen negara sebagai anggota penuh ke-11 ASEAN.
Dalam pertemuan yang berlangsung hari ini, Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Maria da Costa Rangel, menegaskan bahwa konsolidasi kebijakan lintas kementerian merupakan fondasi penting untuk menjamin implementasi komitmen Timor-Leste dalam tiga pilar utama ASEAN, yaitu Ekonomi, Sosial Budaya, serta Politik-Keamanan.
“Pertemuan ini mencerminkan komitmen kami untuk memantau dan mengoordinasikan seluruh proses pascaaksesi. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kementerian siap memenuhi tanggung jawab masing-masing dalam tiga pilar ASEAN,” ujar Wakil Menteri usai pertemuan di kantor Kementeria Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Kamis ini.
Ia menjelaskan bahwa agenda hari ini mencakup pembahasan isu-isu teknis dan kesiapan struktur kelembagaan, termasuk kebutuhan untuk memperkuat tenaga kerja dan kapasitas teknis di setiap kementerian.
Penguatan sistem ekonomi nasional meliputi mekanisme fiskal, regulasi perdagangan, dan kerangka kebijakan lain yang mendukung perdagangan internal dan eksternal juga menjadi salah satu fokus utama.
Wakil Menteri Milena Rangel menekankan bahwa keberhasilan Timor-Leste sebagai anggota ASEAN tidak hanya ditentukan oleh status keanggotaan, tetapi juga oleh kemampuan negara menerjemahkan komitmen tersebut menjadi kebijakan dan tindakan nyata.
“Integrasi regional membutuhkan tindakan terkoordinasi di semua lini pemerintahan. Keanggotaan penuh hanya akan berdampak positif jika kita mampu memastikan setiap pilar dipersiapkan secara memadai,” tegasnya.
Menurutnya, investasi dalam sumber daya manusia harus menjadi prioritas, karena penguatan kapasitas teknis merupakan prasyarat untuk partisipasi efektif dalam KTT dan pertemuan tingkat menteri di ASEAN.
“Pertemuan ini menunjukkan tekad kami untuk mengimplementasikan komitmen yang telah dibuat. Setiap kementerian harus bekerja secara terpadu agar kebijakan nasional selaras dengan agenda regional,” tambahnya.
Acara tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan rutin yang dipimpin Perdana Menteri Xanana Gusmão, yang bertujuan memantau perkembangan implementasi kebijakan pascaaksesi dan memastikan bahwa Timor-Leste tampil sebagai anggota ASEAN yang aktif, bertanggung jawab, dan berkontribusi.
“Integrasi kita ke dalam ASEAN membutuhkan tindakan konkret di semua bidang—sosial budaya, politik-keamanan, dan ekonomi. Hanya dengan upaya terpadu kita dapat menjamin partisipasi yang efektif dan pembangunan yang berkelanjutan bagi negara ini,” pungkas Wakil Menteri.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




