DILI, 25 November 2025 (TATOLI)—Presiden Dewan umum Cabos de Timor-Leste, Empresa Pública (CTL. E.P) dan Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Gonçalves Manetelu, yang didampingi Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis, Gastão Sousa, serta tim teknis Selasa ini, mulai melakukan uji kecepatan koneksi fiber Optik melalui kabel bawah laut sambungan dari Australia, ke kantor Pemerintah.
Menteri Miguel mengatakan, tujuan investasi ini agar Timor-Leste dapat bersaing di pasar komersial melalui badan usaha milik negara yang akan mengelola internet.
“Hari ini kami meluncurkan uji coba ini untuk jalur antar kementerian, kami belum memberikannya kepada operator, karena kami ingin melihat kecepatan. Sehingga dalam beberapa minggu mendatang kita dapat memberikannya kepada operator untuk mencoba semua,” kata Menteri pada wartawan usan peluncuran di tempat instalasi, Bebonuk.
Dijelaskan, selain uji coba, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) akan melakukan banyak persiapan untuk bisa bergabung dalam pasar komersial, terutama terkait harga di pasar domestik dan regional. Biayanya sendiri akan dikonsultasikan dan saat peluncurannya akan diketahui secara pasti harga per Gigabyte (GB) dan Megabyte (MB).
“Kehadiran Fiber optik tidak akan mematikan operator internet lain. Kita memiliki kebijakan untuk meliberalisasi pada sektor telekomunikasi lain agar dapat bersaing dan menjamin kerahasiaan negara,” ujar Menteri.
Berita tekait : Dewan Menteri setujui pembentukkan Cabos de Timor-Leste kelola Fiber Optik
Miguel menginformasikan bahwa, Australia mencadangkan kapasitas internet untuk Timor-Leste sebesar 13,5 Terabyte (TB), tetapi jumlahnya tergantung pada kebutuhan pasar Timor-Leste. Berapa banyak yang mau dibeli operator, jumlahnya harus dari Pemerintah, sedangkan masyarakat yang ingin membeli harus melalui operator seperti TT, Telemor, dan Telkomcel.
“Oleh karena itu, kita berharap bahwa operator dapat membeli internet broadband dari CTL, E.P dalam jumlah besar untuk disediakan layanan kepada masyarakat di seluruh wilayah,” tegasnya.
Sementara itu, kabel bawah laut Fiber Optik sendiri akan dikelola oleh CTL, E.P dan dewan umum yang terdiri dari tiga Kementerian seperti MTK, MPIE, dan Kementrian Keuangan.
Sistem operasi internet serat optik akan diluncurkan secara komersial sebelum Maret 2026.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




