DILI, 25 November 2025 (TATOLI)—Direktur Layanan Koperasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Narcisio Fernandes mengatakan bahwa, 30 penerima beasiswa telah bertolak ke Havana, Kuba untuk melanjutkan studi spesialisasi kedokteran.
“Dokter yang akan belajar di Havana, Kuba, telah bertolak kemarin (24/11), jumlahnya 30 orang, termasuk tiga dari Kepolisian Nasional Timor-Leste, dimana anggarannya bertambah. Kami telah mengirim mereka untuk melanjutkan studi,” kata Narcisio Fernandes pada wartawan TATOLI, Selasa ini.
Ditambahkan, ada juga para dokter yang akan melanjutkan studi di Fiji mulai tahun depan.
“Beasiswa untuk Fiji akan diberikan pada Januari, bukan Februari, dan sekarang 30 penerima beasiswa bertolak ke Kuba,” ujarnya.
Beasiswa terbuka untuk 16 dokter, tetapi jumlahnya kini bertambah dengan adanya dokter pengganti, dimana anggaran ditambahkan.
Berita terkait : Beasiswa Indonesian AID 2025 : 49 Pelajar TL akan tempuh pendidikan di 18 Universitas
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Elia dos Reis Amaral dan Wakil Menteri Penguatan Kelembagaan Kesehatan José dos Reis Magno, berpartisipasi dalam upacara pelepasan 30 penerima beasiswa kedokteran yang akan melanjutkan studi spesialisasi mereka di berbagai bidang kesehatan, di Havana, Kuba.
Kemenkes melepaskan 30 penerima beasiswa kedokteran spesialis yang terdiri dari 10 perempuan dan 20 laki-laki.
“Anda tahu bahwa pelatihan sumber daya manusia merupakan bagian dari programa Pemerintah IX, karena penyediaan layanan kesehatan sekunder dan tersier membutuhkan spesialis. Terima kasih kepada Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis (MPIE) dan seluruh timnya, dukungan layanan, bagaimana meningkatkan kapasitas. Beberapa melalui mitra, terutama Fiji, kami juga mencoba ke Filipina, Papua, Nugini, semuanya merupakan bagian dari program Pemerintah IX,” tegas Elia.
Ia melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan berencana untuk terus menyeleksi tenaga kesehatan lulusan tahun depan dengan total 40 atau 50 lowongan, yang akan melanjutkan studi di luar negeri.
Oleh karena itu, Kemenkes berkoordinasi dengan Pemerintah Australia yang saat ini sedang menyelenggarakan pelatihan pascasarjana di setiap program studi mereka.
“Kemenkes meminta kepada pelayanan medis bahwa bekerja di bidang kedokteran adalah misi yang terpanggil dari hati kami, yang ingin menjadi dokter, tetapi juga meminta untuk memperhatikan kesehatan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, turut hadir dalam acara pelepasan dari Staf Pelaksana Tugas Kementerian Administrasi Publik, Perwakilan dari Lembaga Administrasi Negara dan Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




