DILI, 24 November 2025 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta mengatakan bahwa dirinya mengundang Ibu Sofia Hornai dos Santos bertemu Paus Leo XIV merupakan bentuk pemberdayaan rakyat Timor-Leste dan penghormatan terhadap setiap orang tua yang pengorbanannya membangun masa depan negara.
“Kita menunjukkan kepada dunia bahwa kebijakan negara Timor-Leste bukan hanya tentang keterlibatan kekuasaan, tetapi tentang pemberdayaan rakyat kita dan berbagi pengalaman sukses di jalan menuju perdamaian,” kata Presiden José Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Dili, Senin ini setelah tiba kembali di tanah air dari kunjungannya di dua negara Italia dan Vatikan.
Kunjungan tersebut berhasil menegaskan kembali kemitraan internasional Timor-Leste yang kuat serta komitmennya untuk menjadi suara kesadaran dan dialog yang konstruktif dalam komunitas global.
“Saya membawa Ibu Sofia, seorang pedagang sederhana yang berjualan sayur di depan toko Meimart Audian. Saya membawa Ibu Sofia karena kemanusiaan, karena mereka juga sama dengan kita,” pungkas Kepala Negara.
Di tempat yang sama, Sofia Hornai dos Santos, pedagang sayur yang diajak Presiden Republik untuk bertemu Paus Leo XIV, mengucapkan terima kasih dan merasa bangga hingga menitikkan air mata.
“Saya sangat berterima kasih dan bangga kepada Presiden Republik karena telah mengajak saya ke Vatikan untuk bertemu Bapa Paus Leo,” ujar Sofia sambil menitikkan air mata setelah kembali dari Vatikan.
Presiden Republik dan delegasi melakukan kunjungan ke Italia dan Vatikan pada 18 hingga 23 November 2025 lalu.
Sebelumnya, melalui siaran pers dari Istana Kepresidenan yang diakses TATOLI, bahwa Presiden Republik Jose Ramos-Horta secara pribadi mengundang Sofia Hornai dos Santos, seorang ibu dan pedagang kaki lima, untuk mendampingi kunjungan kenegaraan resminya ke Vatikan dan bertemu dengan Paus Leo XIV.
“Ibu Sofia, yang bekerja tanpa lelah menjual sayur dan roti untuk membiayai pendidikan delapan anaknya di Dili, terpilih sebagai tamu istimewa Presiden untuk audiensi dengan Bapak Paus Leo XIV. Kisah pengorbanan dan ketangguhannya adalah simbol kekuatan diam yang menjadi tulang punggung bangsa Timor, dan undangan ini merupakan kesaksian luar biasa atas komitmen Presiden dalam menghormati pahlawan sehari-hari,” tulis siaran pers tersebut.
Bagi ibu Sofia, penghargaan ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, yang ia pandang sebagai sumber harapan bagi semua keluarga yang sedang berjuang menghadapi kesulitan.
Dengan penuh rasa syukur, Ibu Sofia menyatakan bahwa tindakan Presiden menyampaikan pesan kuat yang melampaui perjalanan pribadinya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Ramos-Horta. Kondisi kehidupan kami tidak menjadi penghalang, melainkan motivasi untuk maju, karena harapan tidak pernah pudar. Kata-katanya adalah suara bagi orang tua yang bekerja dalam kegelapan, memvalidasi penderitaan seumur hidup dalam keheningan melalui momen yang penuh martabat,” kata Sofia melalui siaran pers.
Reporter: Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




