DILI, 22 November 2025 (TATOLI) — Pertemuan Menteri Transportasi ASEAN ke-31 resmi menyetujui Rencana Sektoral Transportasi ASEAN (ATSP) 2026-2030. Pertemuan tersebut digelar di Hotel Jasmine, Nay Pyi Taw, Myanmar, pada Jumat, 20 November 2025.
Pertemuan dibuka oleh Perdana Menteri Myanmar, U Nyo Saw, dan dihadiri oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi Myanmar, U Mya Tun Oo, Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, Menteri Transportasi negara-negara anggota ASEAN, pejabat kementerian terkait, serta perwakilan negara-negara mitra wicara.
Dalam pidatonya, Perdana Menteri U Nyo Saw menegaskan pentingnya integrasi dan konektivitas sesuai Visi Komunitas ASEAN 2045, yang berlandaskan pilar politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya.
“Tahun ini menandai berakhirnya Rencana Strategis Transportasi Kuala Lumpur (2016-2025) dan dimulainya Rencana Sektoral Transportasi ASEAN (2026-2030), yang menjadi tonggak penting bagi kerja sama transportasi regional,” ungkap siaran pers resmi yang diakses TATOLI, Sabtu ini.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menyatakan bahwa ATSP 2026-2030 akan memandu upaya ASEAN membangun kawasan yang berkelanjutan, tangguh, dan terhubung, mendukung implementasi Rencana Strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN 2026-2030, serta berkontribusi pada tercapainya Visi Komunitas ASEAN 2045.
“Perlu kolaborasi berkelanjutan antara negara anggota ASEAN dan mitra wicara agar sektor transportasi tetap menjadi penggerak utama integrasi regional dan pertumbuhan berkelanjutan,” ucapnya.
Keikutsertaan Timor-Leste dalam pertemuan ini menjadi catatan penting karena ini adalah pertemuan pertama negara itu sebagai anggota resmi ASEAN sejak 26 Oktober 2025. Sebelumnya, Timor-Leste hanya berpartisipasi sebagai pengamat.
Delegasi Timor-Leste terdiri dari Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, Kepala Kabinet José da Costa, Direktur Jenderal Perhubungan dan Komunikasi, Constantino Fereira Soares, Kepala Kabinet Perencanaan Kebijakan dan Kerja Sama MTK, Fernando da Cruz, Sekretaris Eksekutif MTK, Adeodato Caetano de Jesus Arique, Penasihat ANATL-EP, Sabino Henrique, dan Teknisi DNTT, Agostinus Bruno Halle.
Menteri Manetelu menyatakan pertemuan ini menghasilkan persetujuan dua dokumen penting yang juga menguntungkan Timor-Leste.
“Sekarang ada banyak dokumen penting, tetapi saya ingin menyebutkan dua hal. Pertama, menyetujui Rencana Sektoral Perhubungan 2026-2030 yang banyak membahas transportasi. Pertemuan hari ini juga menyetujui dokumen-dokumen mitra terkait mitra pembangunan ASEAN seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok,” ujar Menteri Manetelu.
Ia menambahkan bahwa sebagai anggota baru, Timor-Leste akan menerima pelatihan dan dukungan dari Sekretariat ASEAN.
“Pertama, sebagai anggota baru, kami berharap dapat memperoleh manfaat dari rencana sektoral ASEAN 2026-2030 yang telah kami setujui hari ini, dan program-program dari mitra pembangunan. Kami memberikan apresiasi dan berharap dapat mempresentasikan serta memperoleh manfaat dari persetujuan kedua dokumen penting ini. Ke depannya, kami akan mendapatkan manfaat dari dukungan pelatihan yang mereka berikan melalui Sekretariat Menteri Teknis ASEAN,” jelasnya.
Ia juga mengajak semua pihak, baik di tingkat politik, teknis, maupun sektor swasta, untuk bekerja sama memajukan sektor transportasi. “Berbicara tentang transportasi umum dengan partisipasi sektor swasta, baik penerbangan, laut, maupun darat, kita harus melibatkan sektor swasta. Rakyat Timor harus bekerja sama agar sektor transportasi dapat maju,” tegas Menteri Manetelu.
Menurutnya, menjadi anggota baru ASEAN memberi kesempatan bagi negara untuk belajar dari pengalaman negara anggota lain. Kerja sama bilateral akan memberikan banyak manfaat, khususnya dalam pengembangan sektor transportasi darat, udara, dan maritim.
Reporter: Cidalai Fátima
Editor : Armandina Moniz




