DILI, 19 November 2025 (TATOLI) – Intitut Statistik Nasional Timor-Leste (INETL) melaporkan bahwa Timor-Leste mengalami deflasi sebesar 0,2% pada Indeks Harga Konsumen (IHK) di bulan Oktober 2025. Angka ini berbalik arah dari kondisi bulan September yang mencatat inflasi sebesar 0,1%.
Deflasi tersebut terutama dipicu oleh penurunan harga bahan makanan dan minuman non-alkohol sebesar 0,4%. Penurunan paling signifikan terjadi pada subkelompok beras yang turun 1,9%, disusul gula, selai, madu, dan cokelat yang turun 0,7%, serta minyak dan lemak turun 0,4%.
Kelompok tembakau dan minuman beralkohol juga turun 0,2%, sementara transportasi turun 0,3% dan perumahan menurun 0,2%.
Meski sebagian besar komoditas mencatat penurunan, beberapa kelompok justru mengalami kenaikan harga. Berdasarkan dokumen INETL yang diakses Tatoli, harga sayuran naik 0,2%, air, minuman manis, dan minuman ringan meningkat 3,3%, kopi, teh, dan kakao naik 1,5%, sementara daging naik 0,4% dan buah-buahan melonjak 2,1%.
Secara tahunan, IHK menunjukkan penurunan sebesar 0,9% jika dibandingkan Oktober 2024. Kenaikan harga tercatat pada kelompok makanan dan minuman non-alkohol (1,8%), pendidikan (0,4%), peralatan pemeliharaan dan perabot rumah tangga (1,4%), perumahan (1,2%), serta rekreasi dan budaya (0,5%).
Untuk kelompok yang mengalami penurunan harga secara tahunan, transportasi turun 0,7%, minuman beralkohol dan tembakau turun 3,1%, serta komunikasi turun 0,2%.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




