iklan

EKONOMI

42 UMKM terpilih terima dukungan dari program KNI 2025  

42 UMKM terpilih terima dukungan dari program KNI 2025   

Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI) menandatangani perjanjian subsidi publik dengan 42 penerima manfaat Program Kompetisi Bisnis Inovatif (KNI) kelima. Foto Tatoli/ Francisco Sony

DILI, 21 Oktober 2025 (TATOLI) – Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI) menandatangani perjanjian subsidi publik dengan 42 penerima manfaat Program Kompetisi Bisnis Inovatif (KNI) kelima yang berasal dari 11 kotamadya di seluruh wilayah Timor-Leste.

Direktur Nasional Dukungan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Reinaldo Borges, menjelaskan bahwa penandatanganan ini mengusung tema “Mendorong Diversifikasi dan Inovasi Ekonomi untuk Memperkuat dan Memastikan Keberlanjutan melalui Dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah”.

Total dana subsidi publik yang disediakan dalam program KNI kelima mencapai USD$199.993,50, digunakan untuk pembelian mesin dan kebutuhan penting guna memperkuat operasional bisnis para penerima manfaat.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara MKI, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), dan Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA), di bawah proyek Youth Employment and Entrepreneurship Support (YEES).

“Tujuan program KNI adalah memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk mengeksplorasi potensi mereka di bidang bisnis dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Reinaldo Borges di Bebora di kantor MKI, Selasa ini.

Menurutnya, Program KNI Path to Business merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun 2021, yang dirancang untuk menyediakan pelatihan serta akses pendanaan bagi pemuda dengan ide bisnis yang inovatif dan berorientasi pada dampak sosial.

Kriteria peserta kompetisi meliputi warga negara Timor-Leste berusia 18 hingga 45 tahun yang memiliki usaha produktif di sektor pertanian, hortikultura, peternakan, akuakultur, industri makanan dan minuman, maupun pariwisata.

Pada putaran kelima, KNI menerima 398 pendaftaran, terdiri atas 119 pendaftar daring dan 279 secara langsung. Setelah melalui seleksi ketat, 112 kandidat dari 11 kotamadya dipilih untuk tahap verifikasi lapangan, dan akhirnya 44 bisnis dinyatakan layak, dengan 42 di antaranya menerima dukungan subsidi publik.

Program pelatihan lanjutan dilaksanakan pada 15–19 September 2025, mencakup topik tentang pengembangan ide bisnis, analisis pasar, proyeksi keuangan, dan kepatuhan hukum.

Sementara itu, pada 24 September, para peserta mempresentasikan rencana bisnis mereka dalam kegiatan Final Pitching and Awarding Ceremony, dan tiga usaha terbaik terpilih : Healthy Home Unipessoal, T3 Viegas Unipessoal, dan Gimivel Catering Unipessoal.

Dilain pihak, Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira, menegaskan bahwa program KNI berperan penting dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja.

“Melalui lima edisi KNI, pemerintah telah melahirkan sekitar 400 wirausaha baru dan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja,” ujarnya.

Salah satu penerima manfaat, Sandra da Costa Lay, menyampaikan rasa bangganya karena berhasil menjadi pemenang KNI kelima.

“Hibah sebesar USD$3.300 akan membantu kami memperluas kegiatan daur ulang dan kerajinan tangan seperti anting-anting, kalung, dan tas kerja dari bahan sampah,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Komisi Anti-Korupsi (KAK), Rui Perreira dos Santos, mengingatkan para penerima hibah agar mengelola dana secara bertanggung jawab.

“Kita semua berada di bawah hukum. Jika dana tidak digunakan sesuai rencana, maka akan dipertangunjawabkan kepada KAK,” tegasnya.

Program KNI terus menjadi wadah penting bagi generasi muda Timor-Leste untuk membangun ekonomi kreatif dan berkelanjutan demi kemajuan bangsa.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!