iklan

OPINI

Parlamen impian Rakyat

Parlamen impian Rakyat

Livio da Conceição Matos. Imajen/Espesiál

Oleh : Livio da Conceição Matos

“DPR kita tiada ubahnya dengan taman kanak-kanak” Almarhum Abdurahman Wahid (Gusdur). Adalah tamparan tajam dan kecaman sinis terhadap para wakil rakyat di parlemen ketika mereka tidak mampu menampilkan diri mereka sebagai manusia-manusia terpilih untuk memperjuangkan kemakmuran rakyat.

Mereka hanya berkumpul untuk hahaha…. Hehehe…..hohoho (Iwan Fals).  Parlemen idealnya adalah orang-orang pilihan rakyat yang terseleksi dan terpilih dari rakyat untuk mewakili rakyat dalam menyuarakan kehendak rakyat. Kehendak rakyat adalah kesejahteraan rakyat.

Mampukah Parlemen menyuarakan dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat? Ataukah kesejahteraan rakyat hanya merupakan sebuah slogan ketika musim kampanye? Tujuan berdirinya Negara adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Apapun Negara di dunia ini dan apapun ideologinya, tujuan utama berdirinya Negara adalah untuk  mewujudkan kesejahteraan rakyat. Di manakah peran parlemen dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat? Menurut teori Montesquieu, sebuah Negara ditopang oleh tiga pilar yakni Legislatif (Pembuat Undang-undang), Eksekutif (pelaksana Undang-undang) dan Yudikatif (Pengawas pelaksanaan Undang-undang).

Parlemen yang adalah pembuat undang-undang selayaknya terdiri dari orang-orang yang mempunyai kompetensi yang mumpuni agar dapat menyusun undang-undang, peraturan dan petunjuk pelaksanaan undang-undang yang akan diimplementasi oleh pihak eksekutif. Hal ini dapat terwujud jika dan hanya jika menjadi anggota parlemen melalui sebuah proses yang kompetitif dan transparan.

Kompetitif merujuk kepada kemampuan individu dalam bersaing untuk menduduki kursi parlemen. Transparan merujuk kepada rekrutmen anggota parlamen yang secara terbuka kepada public. Kemampuan apa saja yang hendak dimiliki oleh seorang anggota parlamen?

  1. Kemampuan intelektual. Kemampuan dasar yang hendaknya dimiliki oleh seorang anggota parlemen adalah kemampuan intelektual. Kemampuan intelektual menjadi prasyarat utama menjadi anggota parlemen. Salah satu tolok ukur kemampuan intelektual dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang dimiliki oleh calon anggota parlemen. Syarat tingkat pendidikan bagi calon anggota parlamen adalah minimal master degree dari universitas terkenal dengan index prestasi kumulatif minimal 3.50. Syarat universitas terkenal adalah paling tidak, dalam jangka waktu 20 tahun terakhir, universitas tersebut pernah masuk dalam top 500 universities in the world.
  2. Kemampuan implementasi program kerja (skill). Menjadi anggota parlemen adalah orang-orang yang mempunyai kompetensi tinggi dalam implementasi program kerja. Mereka telah diuji melalui pengalaman kerja mereka selama minimal lima tahun di area yang menjadi keahlian mereka. Mereka tidak hanya bicara tapi mereka juga mempunyai keahlian dalam implementasi program. Dengan demikian undang-undang dan peraturan yang mereka susun merupakan hasil pengalaman mereka di bidang yang mereka tekuni selama bertahun – tahun.
  3. Kemampuan intuisi dalam memperjuangkan hati nurani rakyat.  Seorang anggota parlemen yang berasal dari rakyat hendaknya memiliki hati nurani untuk rakyat. Dia tidak gila harta apalagi tahta. Dia hanya gila memperjuangkan kehendak rakyat, bukan kepentingan golongan apalagi kepentingan partai. Setiap anggota parlamen tidak pernah berpikir untuk keselamatan diri dan kelompok karena keselamatan bangsa dan rakyat di atas segalanya. Walau nyawa menjadi taruhan, kesejahteraan rakyat tetap menjadi yang terutama dalam pandangan hidupnya sebagai anggota parlamen atau perwakilan rakyat. Nuraninya selalu terbuka untuk melihat keadaan rakyat dan terus berjuang untuk kesejahteraan rakyat.
  4. Kemampuan mengendalikan emosi. Representasi rakyat bukan berarti harus terbawa emosi dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Kemampuan mengendalikan diri adalah sebuah cara elegan untuk memenangkan perdebatan dalam memmperjuangkan kesejahteraan rakyat baik berdebat dengan pihak eksekutif, pihak yudikatif, sesama anggota parlemen bahkan ketika berdiskusi dengan rakyat. Sehebat apapun kemampuan intelektual seorang anggota parlemen, ketika dia tidak mampu mengendalikan emosi dan jatuh dalam perdebatan “tidak berbobot” maka secara tidak langsung dia makin tersudut dan tidak berwibawa, aapalagi ketika dia berada di posisi yang tidak selayaknya.
  5. Kemampuan financial. Menjadi anggota parlemen bukan mencari keuntungan financial. Kemampuan financial atau kebutuhan keluarga bukan lagi tegantung kepada gaji sebagai anggota parlemen. Dengan demikian anggota parlamen selayaknya telah mandiri secara financial dan tidak perlu mencari keuntungan sepanjang sebagai anggota parlemen. Bahkan anggota parlemen tidak menuntuk gaji karena mereka memperoleh pendapatan dari profesi mereka masing-masing.

Ketika lima criteria di atas terpenuhi oleh seorang anggota parlemen maka tidak mustahil rakyat akan segera mencapai kesejahteraan atas perjuangan mereka di parlemen. Mereka adalah orang-orang pujaan rakyat yang mampu mengontrol eksekutif dan yudikatif dalam roda pemerintahan Negara. Kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh pihak eksekutif dan yadikatif akan dapat segera dideteksi oleh parlemen karena kelima kemampuan yang mereka miliki di atas. Inilah wakil rakyat yang betul-betul merakyat.

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!