iklan

INTERNASIONAL

ABC Australia Claire : Balibo Five ingatkan pentingnya keselamatan jurnalis  

ABC Australia Claire : Balibo Five ingatkan pentingnya keselamatan jurnalis   

Kepala Layanan Internasional ABC Australia, Claire Gorman. Foto Tatoli

BOBONARO, 15 Oktober 2025 (TATOLI) – Kepala Layanan Internasional ABC Australia, Claire Gorman, menegaskan bahwa kisah tragis Balibo Five menjadi pengingat penting bagi seluruh dunia akan perlunya menjamin keselamatan jurnalis dan menjaga kebebasan pers.

Dalam wawancara eksklusif bersama TATOLI di Balibo, Bobonaro, Claire menyampaikan bahwa peringatan 50 tahun Balibo Five bukan hanya mengenang pengorbanan lima jurnalis Australia yang tewas pada tahun 1975, tetapi juga mempertegas tanggung jawab media dan pemerintah untuk memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja pers.

“Kisah Balibo Five menyoroti dua isu penting bagi kami sebagai praktisi media — kebebasan pers dan keamanan jurnalis. Sebagai lembaga penyiaran publik, ABC meyakini bahwa jurnalis harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak boleh menjadi sasaran pelecehan, termasuk pelecehan militer, dan harus dijamin keselamatannya baik saat meliput di wilayah konflik maupun di masa damai,” ujar Clare Gorman, Rabu ini.

Ia menambahkan, tragedi Balibo Five juga menjadi simbol pentingnya transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, karena media memiliki peran vital dalam mengawasi kekuasaan dan memastikan isu-isu publik diselidiki demi kepentingan masyarakat.

Mengenai peran ABC di Timor-Leste, Clare menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama antara ABC International Development dan media lokal bukan untuk memimpin, melainkan memberdayakan jurnalis Timor-Leste agar dapat memperkuat sistem dan kapasitas medianya sendiri.

“Menariknya, meskipun Australia memiliki sistem media yang kuat, Timor-Leste saat ini menempati peringkat lebih tinggi daripada Australia dalam Indeks Kebebasan Pers Reporters Without Borders. Jadi, ada banyak hal yang bisa kami pelajari satu sama lain sebagai mitra sejajar,” katanya.

Menurut Clare, tantangan terbesar bagi media di Timor-Leste adalah keberlanjutan finansial. Pasar media yang kecil serta penurunan pendapatan dari iklan tradisional menjadi hambatan utama, sementara pendapatan digital belum berkembang signifikan.

“Banyak jurnalis yang berpindah ke pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi setelah mendapat pengalaman, sehingga sulit mempertahankan staf berpengalaman,” tuturnya.

Menutup wawancara, Clare memberikan pesan khusus kepada jurnalis muda Timor-Leste untuk terus mempertahankan semangat dan dedikasi terhadap profesi jurnalistik.

“Jurnalisme adalah profesi yang luar biasa dan penting, meskipun tidak mudah. Yang menginspirasi di Timor-Leste adalah betapa tingginya penghargaan terhadap kebebasan pers dan bagaimana hal itu terus dirayakan. Acara seperti peringatan 50 tahun Balibo Five menunjukkan komitmen mendalam terhadap nilai tersebut. Ingatlah bahwa pekerjaan Anda berkontribusi besar pada pembangunan negara dan masa depan demokrasinya,” ujarnya.

Peringatan 50 tahun Balibo Five di Balibo menjadi momen refleksi bagi para jurnalis dan lembaga media, baik lokal maupun internasional, untuk terus memperjuangkan kebebasan pers serta keselamatan jurnalis di mana pun mereka bertugas.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!