DILI, 03 Oktober 2025 (TATOLI) – Pemerintah Filipina menetapkan Provinsi Cebu dalam status state of calamity (keadaan bencana) setelah gempa tektonik berkekuatan 6,9 SR (Skala Richter) mengguncang wilayah tersebut pada 30 September 2025 malam.
Berdasarkan laporan Philippine News Agency (PNA), gempa terjadi pada pukul 21:59 waktu setempat dengan episenter berjarak 21 kilometer timur laut Kota Bogo, Cebu, pada kedalaman sekitar lima kilometer.
Magnitudo awal yang dilaporkan sebesar 6,7 kemudian direvisi menjadi 6,9 oleh Philippine Institute of Volcanology and Seismology (Phivolcs).
Laporan awal mencatat sedikitnya 53 korban meninggal, termasuk 25 orang di Bogo City dan puluhan lainnya di San Remigio dan daerah sekitarnya.
Namun, Dewan Nasional Penanggulangan Risiko Bencana (NDRRMC) melaporkan jumlah korban meninggal mencapai 72 orang dengan 294 orang luka-luka, meski angka ini masih dalam proses verifikasi.
Kerusakan parah terjadi pada infrastruktur publik dan swasta, termasuk bangunan umum, rumah warga, fasilitas komunikasi, jalan, serta layanan listrik.
Meski begitu, otoritas menegaskan tidak ada laporan resmi mengenai orang hilang setelah seluruh korban berhasil diidentifikasi melalui operasi pencarian dan penyelamatan.
Beberapa gempa susulan tercatat mengguncang Cebu. Dua gempa signifikan terjadi pada malam yang sama di Bogo City, masing-masing berkekuatan 5,0 dan 5,1.
Sementara itu, pada 03 Oktober 2025, gempa susulan berkekuatan 5,1 kembali terjadi di dekat Bogo pada pukul 05:39 pagi waktu setempat, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dirasakan hingga Leyte, Bohol, Masbate, dan Samar, meski tidak menimbulkan kerusakan besar.
Pemerintah Filipina segera mengaktifkan Quick Response Funds (QRF) melalui berbagai instansi seperti Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH), serta Kantor Pertahanan Sipil (OCD) guna mempercepat penyaluran bantuan.
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan percepatan distribusi bantuan, rehabilitasi, dan pemulihan layanan dasar di Cebu.
Dukungan juga datang dari provinsi lain, seperti Eastern Visayas yang mengirim tim kemanusiaan berjumlah 90 orang. Selain itu, negara sahabat seperti Amerika Serikat dan Kanada menyatakan kesiapan membantu Filipina dalam proses pemulihan.
Phivolcs memperingatkan kemungkinan gempa susulan akan terus terjadi selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
Warga diminta untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk, serta mewaspadai risiko longsor dan likuifaksi, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




