DILI, 25 September 2025 (TATOLI)— Menteri Pariwisata dan Lingkungan, yang juga sebagai Wakil Perdana Menteri, dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Francisco Kalbuadi Lay, menegaskan bahwa saatnya semua pihak mengambil langkah nyata melalui kemitraan publik-swasta guna mempercepat pengembangan sektor pariwisata Timor-Leste.
Hal itu disampaikan Kalbuadi Lay dalam pidatonya pada Forum Investasi Pariwisata Timor-Leste 2025 yang berlangsung di Pusat Konvensi Dili, Kamis ini.
“Waktu untuk perencanaan dan diskusi telah usai, kini saatnya bertindak. Timor-Leste siap menciptakan lingkungan yang memfasilitasi investasi dengan meningkatkan infrastruktur, menyederhanakan regulasi, dan membangun kemitraan publik-swasta yang kuat. Namun, pemerintah tidak dapat melakukannya sendirian. Gagasan, pengetahuan, dan sumber daya Anda sangat penting untuk mewujudkan visi negara,” ujar Kalbuadi Lay.
Ia mengajak seluruh peserta forum untuk berpartisipasi aktif, membentuk kemitraan yang berani, serta mengambil langkah konkret guna membangun industri pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
“Bersama-sama kita dapat menjadikan pariwisata sebagai mesin penggerak sejati bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kalbuadi Lay juga menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara, mitra, dan peserta forum atas dukungan mereka terhadap pembangunan pariwisata nasional.
Sementara, Ketua Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCI-TL), Jorge Manuel Serrano, menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata nasional. Menurutnya, forum hari ini menjadi ruang untuk mengevaluasi langkah yang telah diambil sekaligus mencari solusi atas tantangan yang ada.
“Hari ini berfokus pada perusahaan di sektor swasta dan kita bersama untuk melihat apa yang harus kita perbaiki serta solusi yang diambil, karena banyak inisiatif sudah dilakukan dalam investasi di sektor pariwisata,” ujar Jorge Serrano.
Ia menambahkan, partisipasi sektor swasta dalam pariwisata juga merupakan bagian dari persiapan Timor-Leste menuju keanggotaan penuh ASEAN serta upaya meningkatkan ekonomi nasional.
“Banyak sektor swasta yang sudah mengambil bagian dalam pariwisata dan ini juga bagian dari persiapan kita untuk ASEAN serta meningkatkan ekonomi kita, karena pariwisata adalah salah satu sektor yang bisa menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Dilain pihak, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, menekankan pentingnya Pemerintah memiliki rencana strategis yang realistis dan selaras dengan kebutuhan pembangunan pariwisata. Ia menyebutkan, keterlibatan sektor swasta dan publik harus berjalan beriringan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Saya rasa apa yang harus dilakukan Pemerintah adalah Rencana Strategis Nasional yang sesuai realitas dan melihat bagaimana untuk mencapainya, baik melalui investasi sektor swasta maupun publik,” ujar David Freedman.
Ia menegaskan bahwa mayoritas investasi akan datang dari sektor swasta, namun keberhasilan pembangunan tetap memerlukan dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Forum yang berlangsung di Pusat Konvensi Dili (CCD) ini akan digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2025 dengan dihadiri oleh para perusahaan, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan UKM (Usaha Kecil Menengah) dari setiap kotamadya yang berfokus pada pariwisata.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




