DILI, 18 September 2025 (TATOLI) – Sekretaris Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Rogério Araújo Mendonça, menegaskan kontribusi pekerja migran Timor-Leste di luar negeri berperan penting dalam menekan angka pengangguran di dalam negeri sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
“Banyak pekerja Timor-Leste telah bekerja di Australia melalui program Pacific Australia Labor Mobility (PALM), yang membuka peluang bagi kaum muda untuk memperbaiki taraf hidup mereka,” ujar Sekretaris Negara di Top Golf, Cristo Rei, Rabu (17/09) sore.
Rogério mengungkapkan, sepanjang 2024 SEFOPE telah mengirim 4.000 pekerja ke Australia. Langkah ini, katanya, tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi rumah tangga, tetapi juga memberi dampak positif pada perkembangan ekonomi nasional.
Ia pun mendorong para pekerja yang sudah berpengalaman di Australia untuk berinvestasi di dalam negeri serta menciptakan lapangan kerja baru.
“Dengan program reintegrasi, para pekerja dapat membangun usaha sendiri sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” tegasnya.

Salah satu pekerja Timor-Leste di Australia, Umbelina Barros, membagikan kisah suksesnya. Ia pertama kali berangkat pada 2018 untuk bekerja di bidang hortikultura.
“Dalam enam bulan, saya berhasil mengumpulkan $3.000 dan saat kembali, bersama pasangan saya membuka kos sederhana dengan empat kamar di Bekora, Dili,” tuturnya.
Pada 2023, Umbelina kembali ke Australia dan bekerja enam bulan, sehingga mampu menabung $10.000. Dari modal itu, ia memperluas usahanya hingga memiliki 13 kamar kos dengan penghasilan tetap sekitar $750 per bulan.
“Dari usaha ini, saya juga bisa membuka usaha unggas dan membantu menyediakan pekerjaan bagi orang lain,” jelasnya.
Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri memberi pengalaman dan modal penting untuk mewujudkan mimpi. Kini, Umbelina mengaku dapat menjamin kebutuhan keluarganya, termasuk biaya pendidikan keempat anaknya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




