iklan

HEADLINE

EUTL lakukan aksi demo tuntut pembatalan pembelian mobil untuk anggota PN

EUTL lakukan aksi demo tuntut pembatalan pembelian mobil untuk anggota PN

Para pelajar tergabung dalam Mahasiswa Universitas Timor - Leste (EUTL) menggelar aksi demo di depan kantor Parlemen Nasional, Senin (15/09) dengan menuntut pembatalan pembelian 65 buah mobil merk Prado untuk anggota Parlemen Nasional. Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 15 September 2025 (TATOLI)—   Para pelajar tergabung dalam Mahasiswa Universitas Timor – Leste (EUTL) menggelar aksi demo di depan kantor Parlemen Nasional, Senin (15/09) dengan menuntut pembatalan pembelian 65 buah mobil merk Prado untuk anggota Parlemen Nasional (PN).

Para demonstran yang melakukan aksi demo berasal dari berbagai universitas di Timor-Leste. Mereka berkumpul di depan kompleks Parlemen Nasional, yang berhadapan langsung dengan Kampus UNTL (Universitas Nasional Timor Lorosa’e), Liceu.

Aksi demo yang awalnya berlangsung damai dengan tuntutan para pengunjung demo itu memanas setelah  terjadi pelemparan  batu ke gedung parlemen, dan merusak dua mobil. Melihat kejadian tersebut, Aparat kepolisian yang berada di lapangan langsung merespons tindakan ricuh para pedemo dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Dari aksi ricuh itu, mengakibatkan empat orang pengunjuk demo luka-luka akibat gas air mata dan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL), melalui Komandan Operasi Nasional, Kepala Inspektur Polisi Justino Menezes, meminta para mahasiswa yang melakukan aksi demo  untuk tidak terlibat dalam aksi anarkis.

“Saya meminta para mahasiswa untuk berdemonstrasi, tetapi tidak boleh menjadi anarkis. Kalian harus mengekspresikan pemikiran dan kebijakan yang baik untuk membawa perubahan melalui kata-kata. Berdemonstrasi tidak berarti menggunakan benda-benda atau membawa barang tajam  untuk merusak fasilitas yang ada,” katanya.

CNRT, PD, dan KHUNTO minta pembatalan pembelian mobil baru

Sementara itu, sebagai respons terhadap para demonstran terkait tuntutan pembelian mobil untuk anggota Parlemen, maka tiga partai politik dari Fraksi Partai CNRT (Congresso Nacional de Reconstrução de Timor-Leste), PD (Partido Democrático) dan KHUNTO (Kmanek Haburas Unidade Nacional Timor Oan) telah memutuskan untuk membatalkan pembelian 65 mobil tersebut.

Ketiga fraksi tersebut menyampaikan posisi ini dalam konferensi pers di ruang Parlemen pada Senin ini, menyusul demonstrasi yang dilakukan oleh para pelajar yang tergabung dalam Mahasiswa Universitas Timor-Leste yang menuntut agar anggota Parlemen Nasional (PN) membatalkan pembelian kendaraan baru tersebut.

Wakil Ketua Fraksi Partai CNRT, Patrocínio dos Reis Fernandes, menyatakan bahwa kebutuhan untuk membeli kendaraan tersebut telah tercantum dalam dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025.

“Namun, setelah menganalisis situasi, kami pendapat untuk kepentingan  Negara dan bangsa,  kami sepakat untuk meminta Parlemen Nasional untuk membatalkan seluruh proses pembelian (kendaraan) untuk anggota parlemen,” katanya.

Perlu diingat bahwa,   Parlemen Nasional telah menganggarkan U$4,2 juta dolar dalam APBN tahun 2025 untuk pembelian 65 kendaraan baru guna memfasilitasi mobilitas dan pekerjaan anggota parlemen.

TATOLI

 

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!