iklan

EKONOMI, HEADLINE

Jepang dan Indonesia tegaskan dukungan bagi integrasi ekonomi TL lewat lokakarya ATIGA

Jepang dan Indonesia tegaskan dukungan bagi integrasi ekonomi TL lewat lokakarya ATIGA

Kementerian Perdagangan dan Industri, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang dan Indonesia, menyelenggarakan lokakarya tentang implementasi Lampiran 8 Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (ATIGA) dengan fokus pada prosedur dan standar operasional sesuai aturan. Lokakarya ini diselenggarakan di City 8 Manleuana, Dili. Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 09 September 2025 (TATOLI) – Pemerintah Jepang dan Indonesia menegaskan kembali dukungan mereka terhadap proses integrasi ekonomi Timor-Leste ke ASEAN melalui Lokakarya Implementasi Lampiran 8 Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN (ATIGA).

Dalam pembukaan lokakarya yang akan berlanjut sampai 11 September 2025 di City8, Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira menyampaikan bahwa lokakarya ini hadir pada saat yang krusial, ketika Timor-Leste sedang mempersiapkan diri menjadi anggota penuh ASEAN.

“Aturan Asal Barang merupakan inti dari fasilitasi perdagangan dengan memastikan transparansi, prediktabilitas, dan keadilan dalam pergerakan barang. Bagi Timor-Leste, ini bukan sekadar persyaratan teknis, tetapi prioritas strategis untuk membuka peluang perdagangan baru,” tegas Menteri Filipus.

Berita terkait : Pemerintah sepakati usulan aksesi ke perjanjian AFAS – ATISA – ATIGA di ASEAN

Ia menambahkan, penerbitan Keputusan Pemerintah No. 9/2025 pada 23 Juli lalu menandai kemajuan penting dalam penyelarasan hukum dan kelembagaan Timor-Leste dengan standar perdagangan internasional.

Regulasi ini, menurutnya, menjadi landasan bagi penerbitan sertifikat asal barang, perlindungan terhadap penipuan, sekaligus memperkuat posisi negara dalam jaringan nilai regional dan global.

Filipus juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra pembangunan, khususnya JICA, yang telah memberikan dukungan teknis signifikan dalam penguatan kerangka hukum perdagangan.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat ATIGA dapat dirasakan secara nyata oleh dunia usaha dan masyarakat Timor-Leste.

Dilain pihak, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste, Sakai Yuki, menekankan pentingnya aturan asal barang sebagai fondasi perdagangan yang adil dan transparan.

“Fokus hari ini adalah aturan asal dan prosedur sertifikasi, ini sangat penting bagi integrasi Timor-Leste ke pasar ASEAN. Jepang tetap berkomitmen mendukung proses aksesi Timor-Leste, sejalan dengan visi Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan makmur,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peran Jepang dalam pembangunan infrastruktur dan modernisasi regulasi di Timor-Leste, termasuk dukungan untuk Jalan Nasional No. 1, rehabilitasi Pelabuhan Dili, dan pengembangan kebijakan industri.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, menyatakan bahwa lokakarya ini berlangsung pada momentum bersejarah.

“Timor-Leste akan resmi menjadi anggota penuh ASEAN bulan depan. Ini peluang besar bagi pengusaha Timor-Leste untuk mengakses pasar ASEAN dengan lebih kompetitif,” katanya.

Ia menekankan bahwa isu tarif dan aturan asal barang bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga inti dari dinamika perdagangan global.

“Lokakarya ini tidak hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga bermanfaat bagi pengusaha, komunitas bisnis, dan lembaga terkait. Dengan memahami aturan main ini, Timor-Leste akan siap berpartisipasi penuh dalam integrasi ekonomi ASEAN,” tambahnya.

Lokakarya yang digelar dengan dukungan Kementerian Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Kedutaan Besar Jepang dan JICA, serta Kementerian Perdagangan Indonesia ini menghadirkan para pakar perdagangan dari Indonesia.

Acara tersebut melibatkan pejabat pemerintah, sektor swasta, dan praktisi hukum, dengan tujuan memperkuat kesiapan Timor-Leste dalam penerapan ATIGA. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!