DILI, 28 Agustus 2025 (TATOLI) — Sebanyak 80 perusahaan Indonesia dengan sekitar 200 peserta delegasi turut mengambil bagian dalam Dili International Trade Expo (DITE) 2025 yang pertama kali digelar di Timor-Leste.
Hal ini disampaikkan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik dalam pidatonya di Forum Bisnis Republik Indonesia (RI) –Timor-Leste (TL) dengan tema “Penguatan Kerja Sama Ekonomi Timor-Leste dan Indonesia” yang diadakan di Pusat Konvensi Dili (CCD), Kamis (28/08).
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Indonesia yang besar. “Tercatat lebih dari 200 peserta dari 80 perusahaan hadir dalam forum ini. Bahkan, sampai tadi malam, panitia masih harus menambah booth karena tempat yang tersedia tidak mencukupi. Besarnya jumlah delegasi Indonesia di forum ini mencerminkan eratnya persahabatan Indonesia dengan Timor-Leste,” ujar Okto Dorinus Manik.
Berita terkait : DITE 2025 resmi dibuka, Timor-Leste tampilkan produk dan inovasi lokal
Okto menekankan pentingnya dunia usaha sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi karena pemerintah dapat membuka jalan, namun sesungguhnya pelaku bisnislah yang menjadi motor penggerak.
Selain itu, Duta Besar RI itu menyinggung langkah strategis kedua negara, termasuk penyelesaian perjanjian Bilateral Investment Treaty, yang diharapkan memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi investor.
Dilain pihak, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma, juga menyoroti peran strategis NTT yang hadir di forum bukan hanya sebagai tetangga, tetapi sebagai mitra strategis bagi Timor-Leste dan dunia usaha internasional.
“Kami percaya kolaborasi lintas batas akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang sehat, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Johanis Asadoma memaparkan beberapa bidang strategis yang dapat dikolaborasikan antara NTT dan Timor-Leste, termasuk perdagangan, investasi, ketahanan pangan, pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, layanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan UMKM dan industri kecil menengah.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Indonesia, Faisol Riza, dalam pidatonya juga menekankan keberanian dan ketangguhan pengusaha Indonesia yang hadir di DITE 2025.
“Kami mengapresiasi keberanian para pengusaha Indonesia yang hadir, meskipun menghadapi tantangan berbisnis di negara yang sedang membangun infrastrukturnya. Pengusaha Indonesia menunjukkan sikap tangguh, menjadikan tantangan sebagai peluang, dan turut membantu pemerintah Timor-Leste membangun ekonomi dan infrastruktur,” ujarnya.
DITE 2025 diproyeksikan menjadi platform strategis yang memfasilitasi dialog, pertukaran pengalaman, dan kolaborasi antara pelaku usaha dari kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Expo tersebut akan berlangsung hingga 01 September 2025 dan menampilkan 157 perusahaan lokal dengan 250 stan, serta diikuti 93 perusahaan internasional dari sembilan negara sahabat: Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, China (termasuk Makau), Fiji, India, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




