iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

MTK gandeng Telkomcel – Google Indonesia percepat transformasi pendidikan digital TL

MTK gandeng Telkomcel – Google Indonesia percepat transformasi pendidikan digital TL

Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) Timor-Leste bersama Telkomcel menggelar seminar bertajuk “Driving Digital Transformation in Timor-Leste: Leveraging Open-Source Platforms for Innovation and Skills” di Pusat Konvensi Dili (CCD), Senin (25/08). Foto Tatoli/Francicso Sony

DILI, 25 Agustus 2025 (TATOLI) – Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) Timor-Leste bersama Telkomcel resmi menggandeng Google Indonesia dalam upaya mempercepat transformasi pendidikan digital di negara ini.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui seminar bertajuk “Driving Digital Transformation in Timor-Leste: Leveraging Open-Source Platforms for Innovation and Skills” atau ‘Mendorong Transformasi Digital di Timor-Leste : Memanfaatkan Platform Open Source untuk Inovasi dan Keterampilan’yang digelar di Pusat Konvensi Dili (CCD), Senin ini.

Seminar ini menekankan pemanfaatan teknologi sebagai fondasi inovasi dan pengembangan keterampilan digital, khususnya di bidang pendidikan. Upaya ini juga mendukung Strategic Digital Planning Timor-Leste 2032 dengan fokus pada literasi digital lintas generasi. Lebih jauh, seminar ini merupakan wujud nyata kerja sama MTK dengan Kementerian Pendidikan Timor-Leste.

Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, mengatakan melalui kolaborasi ini, Pemerintah ingin membuka lebih banyak peluang inovasi dan memperkuat kapasitas digital bangsa.

“Tema kita hari ini bukan hanya sebuah topik diskusi, melainkan sebuah keharusan nasional dan perwujudan visi yang telah kita tetapkan lebih dari satu dekade yang lalu,” jelas Menteri Miguel di CCD, senin ini.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Dulce De Jesus Soares, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan.

“Dengan kolaborasi ini, kami berkomitmen membekali generasi muda Timor-Leste dengan keterampilan digital, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah berupaya sejak 2020 mendaftarkan penggunaan Google Suite for Education, yang akhirnya terealisasi pada Februari 2025. Saat ini, implementasi teknis platform ini sedang dijalankan untuk meningkatkan pelatihan guru, memperkuat kurikulum, dan memajukan pembelajaran di sekolah.

Ia juga menyambut baik kehadiran kantor Google di Indonesia, berharap dukungan untuk memprioritaskan bahasa Tetun sebagai bahasa sistem agar dapat mengurangi hambatan pelatihan dan memperkuat pemanfaatan bahasa lokal dalam teknologi.

Dilain pihak, CEO Telkomcel, Benedictus Ardiyanto Priyo juga menegaskan bahwa Telkomcel, yang telah hadir lebih dari 13 tahun di Timor-Leste, mendukung penuh inisiatif tersebut.

“Pengembangan talenta digital merupakan aspek krusial dalam mendorong transformasi digital. Karena itu, investasi kami tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keterampilan generasi muda agar mampu bersaing di era global,” katanya.

Seminar ini diikuti oleh siswa dan guru dari SMP dan SMA di Dili, yang berkesempatan mengikuti demo penggunaan Google Workspace seperti Google Classroom, Docs, Sheets, dan Slides. Kegiatan ini memperlihatkan potensi nyata penerapan teknologi digital di ruang kelas serta menciptakan pengalaman belajar interaktif.

Dalam pemaparannya, Olivia Husli Basrin, Country Lead Google Cloud Education Indonesia, menekankan bahwa pendidikan di negara berkembang seperti Timor-Leste menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga pendidik hingga masalah keamanan dan kebutuhan finansial.

Google hadir dengan solusi berupa program sertifikasi Google Certified Educator dan pemanfaatan Google Workspace for Education untuk meningkatkan kompetensi guru, mempermudah kolaborasi, serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang aman dan efisien.

“Akses terhadap sertifikasi dan teknologi ini akan membantu tenaga pendidik memperoleh keahlian global yang diakui, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital,” ujar Olivia.

Menurutnya Google Workspace adalah jembatan penting untuk membangun talenta digital berdaya saing global, dan pihaknya sangat senang dapat berbagi pengalaman serta mendukung inisiatif ini di Timor-Leste.

Melalui forum ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan praktis, tetapi juga kesempatan membangun jejaring kolaboratif yang dapat mendorong proyek pendidikan digital di masa depan. Inisiatif ini sejalan dengan visi MTK untuk membangun ekosistem digital inklusif dan berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus kemajuan pendidikan di Timor-Leste. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!