DILI, 14 Agustus 2025 (TATOLI)— Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos – Horta menyampaikan pesan ucapan belasungkawa atas bencana banjir dahsyat di São Vicente dan Santo Antão, Cabo-Verde yang telah menewaskan sembilan orang.
Dalam siaran pers Istana Kepresidenan yang diakses Tatoli, Kamis ini menyebutkan bahwa Kepala Negara Timor-Leste menyampaikan ucapan Belasungkawa melalui Surat resmi kepada Presiden Republik Cabo Verde, José Maria Pereira Neves tertanggal 13 Agustus 2025.
Presiden Ramos-Horta, menyampaikan duka cita yang mendalam menyusul banjir dahsyat yang melanda São Vicente dan Santo Antão, Cabo-Verde pada tanggal 11 Agustus 2025 yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan banyaknya keluarga yang mengungsi.
Dimana, Presiden Ramos-Horta, menyampaikan belasungkawa dan solidaritas yang mendalam kepada Republik Cabo Verde pascabencana banjir dahsyat dengan mengirim surat resmi tertanggal 13 Agustus 2025 kepada Presiden José Maria Pereira Neves.
Dalam surat itu, Presiden Ramos-Horta menyampaikan duka cita mendalam Timor-Leste atas hilangnya nyawa dan kerusakan luas yang disebabkan oleh bencana tersebut.

“Di masa penuh penderitaan dan kepedihan ini, Timor-Leste berdiri dalam solidaritas dengan Cabo Verde dan percaya pada ketangguhan lembaga perlindungan sipil dan rakyatnya untuk mengatasi tragedi ini. Semoga harapan dan kekuatan rakyat Cabo Verde menuntun mereka untuk segera mengatasi kesulitan ini,” ujar Presiden Ramos-Horta.
Presiden Ramos-Horta menegaskan dukungan Timor-Leste terhadap upaya bantuan kemanusiaan, yang menggarisbawahi ikatan persaudaraan antara kedua negara.
Sementara, itu dalam laman resmi BBC yang dikutip Tatoli, bahwa Cabo Verde telah mengumumkan keadaan darurat di Kepulauan São Vicente dan Santo Antão, setelah banjir bandang yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan memaksa 1.500 orang mengungsi dari rumah mereka.
Keadaan darurat ini mengaktifkan dana krisis dan perbaikan infrastruktur mendesak di kepulauan Samudra Atlantik di lepas pantai barat Afrika.
Banjir bandang pada hari Senin dipicu oleh Badai Tropis Erin, yang mengakibatkan curah hujan 193 mm (7,6 inci) hanya dalam lima jam, jauh di atas rata-rata tahunan São Vicente.
Wakil Perdana Menteri Olavo Correia mengatakan kepada BBC bahwa banjir tersebut “sangat dahsyat”.
Tim penyelamat sedang berjuang keras mencari orang-orang hilang, sementara jalan, rumah, dan kendaraan rusak parah.
Dilain pihak, di Diaspora Cabo Verde, terutama di Prancis, Luksemburg, Portugal, dan Amerika Serikat, telah meluncurkan kampanye penggalangan dana yang mendesak. Dimana, puluhan ribu euro telah terkumpul untuk membeli makanan, air, produk kebersihan, dan perlengkapan darurat.
TATOLI




