iklan

EKONOMI, HEADLINE

APBN 2026 : MCI usulkan pengembangan industri garam lokal

APBN 2026 : MCI usulkan pengembangan industri garam lokal

Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira. Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 12 Agustus 2025 (TATOLI) – Kementerian Perdagangan dan Industri (MCI) mengusulkan tambahan anggaran sebesar $7,4 juta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk mendukung sejumlah program prioritas, termasuk pengembangan industri garam lokal di wilayah-wilayah potensial seperti Oe-cusse, Baucau, dan Liquiça.

Usulan tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira, usai mengikuti rapat Komite Revisi Anggaran (KRO) yang digelar di Kementerian Keuangan, selasa ini.

Menurutnya, industri garam adalah salah satu sektor dengan potensi besar yang dapat mendorong diversifikasi ekonomi nasional serta penciptaan lapangan kerja berbasis lokal.

“Industri garam adalah sektor penting yang perlu kami kembangkan. Wilayah seperti Oe-cusse, Baucau, dan Liquiça yang memiliki potensi produksi yang besar dan bisa menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi pemerintah,” tegas Menteri Nino Pereira.

Sebelumnya, MCI menerima amplop anggaran sebesar $4,9 juta dari Kementerian Keuangan, yang dialokasikan untuk kebutuhan rutin seperti gaji pegawai, barang dan jasa, transfer publik, modal kecil, dan modal pembangunan. Namun, menurut Menteri Nino, jumlah tersebut belum mencukupi untuk membiayai program-program prioritas yang sudah dirancang kementerian, terutama dalam mendukung pertumbuhan industri lokal seperti garam.

“Tambahan anggaran diperlukan agar kementerian dapat melaksanakan program-program strategis secara optimal, termasuk penguatan kelembagaan, investasi ekonomi, dan pengembangan industri unggulan nasional,” tambahnya.

Sampai 11 Agustus 2025, realisasi APBN 2025 dari MCI telah mencapai 59,2%. Meski demikian, Menteri Nino juga menyampaikan bahwa alokasi untuk gaji pegawai saat ini belum mencukupi. Dari anggaran yang diterima, hanya sekitar $900 ribu yang tersedia untuk gaji pokok, sementara MCI memiliki 208 pegawai tetap dan 403 pegawai kontrak.

Selain industri garam, MCI juga mendorong kelanjutan program transfer publik untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terus berinovasi dan beradaptasi dengan tantangan ekonomi modern.

Dalam aspek teknologi, kementerian berencana mengalokasikan sebagian anggaran tambahan untuk pengadaan peralatan elektronik dan TI guna memperkuat layanan digital melalui Portal Informasi Perdagangan dan platform promosi produk lokal “Made in Timor-Leste”.

“Kami ingin memastikan pelayanan yang efisien kepada publik sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik dan internasional,” pungkas Menteri Nino.

Dengan pengajuan tambahan anggaran ini, MCI berharap dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat ekonomi produktif, meningkatkan kemandirian industri lokal, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Timor-Leste di tahun 2026.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!