iklan

EKONOMI, HEADLINE

TL perluas akses udara internasional, Bandara Oe-Cusse disiapkan jadi pintu masuk  

TL perluas akses udara internasional, Bandara Oe-Cusse disiapkan jadi pintu masuk   

Foto spesial

DILI, 07 Agustus 2025 (TATOLI)— Pemerintah melalui Otoritas Penerbangan Sipil Timor-Leste (AACTL) tengah mempersiapkan Bandara Oe-Cusse untuk mendapatkan sertifikasi sebagai bandara internasional, sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas udara Timor-Leste dengan dunia internasional.

Hal ini disampaikan oleh Ketua AACTL, Zezinho António F. Gusmão usai mendampingi Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, mengikuti pertemuan dengan Komisi Revisi Anggaran (KRO) untuk APBN 2026 yang dipimpin oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão di Kementerian Keuangan.

Ia mengungkapkan bahwa proses sertifikasi tersebut mengikuti standar dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang mewajibkan pemenuhan sejumlah persyaratan teknis dan keselamatan.

“Kami telah melakukan audit akhir terhadap Bandara Oecusse untuk memastikan seluruh rekomendasi awal yang kami berikan sudah dilaksanakan. Bandara ini dikategorikan sebagai bandara kelas 4D, yang berarti perlu memenuhi standar tinggi, termasuk kesiapan personel pemadam kebakaran, pengontrol lalu lintas udara, unit pemeliharaan, instrumen pendaratan, ruang pesawat, dan menara kontrol yang beroperasi,” jelas Ketua AACTL.

Sertifikasi internasional ini penting untuk menjamin bahwa Bandara Oecusse berada dalam kondisi layak dan aman untuk operasional pesawat, terutama penerbangan internasional.

Setelah memenuhi semua persyaratan, bandara akan dipublikasikan dalam Aeronautical Information Publication (AIP) yang menjadi acuan internasional bagi maskapai dan otoritas penerbangan di seluruh dunia.

Selain menyiapkan infrastruktur bandara, AACTL juga terus memperluas kerja sama penerbangan dengan berbagai negara. Menurut Zezinho Gusmão, saat ini Timor-Leste telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Thailand, Indonesia, China, dan Malaysia.

“Penerbangan dari negara-negara tersebut saat ini masih masuk melalui Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Dili. Namun, jikan ingin membuka opsi rute penerbangan langsung menuju Bandara Oecusse juga bisa,” ungkapnya.

Sementara itu, beberapa MoU masih menunggu penandatanganan perjanjian bilateral dan ratifikasi dari Parlemen Nasional agar memiliki kekuatan hukum penuh untuk diimplementasikan.

“Setelah diratifikasi, rute penerbangan dapat dibuka dan dimasukkan dalam jadwal terminal penerbangan, tergantung pada kesepakatan dan pelayanan yang kami tawarkan,” tambah Ketua AACTL.

AACTL juga berencana memperluas kerja sama penerbangan internasional dengan negara lain. Zezinho menyebut bahwa negosiasi baru akan dilakukan dengan Portugal dan Filipina untuk menjajaki peluang pembukaan rute langsung ke Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!