Hari Kesehatan Nasional ke – X, Horta soroti kebijakan Kemenkes berantas penyakit di TL

DILI, 25 Juli 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos Horta menyoroti kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam memberantas penyakit yang ada di Timor-Leste dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke – X.
Dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke – X yang digelar di Taman BJ Habibie, Licedere, Dili, Jumat ini, Presiden Horta dalam pidatonya meminta Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk terus memberantas penyakit yang ada di Timor-Leste.
“Para pemimpin sejak restorasi kemerdekaan hingga saat ini telah berupaya untuk menginvestasikan dana dan membuat program kebijakan di sektor kesehatan, terutama untuk penyakit malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis, dan penyakit kulit. Dengan demikian, proses pemberantasan penyakit tersebut harus terus berlanjut sehingga dapat memberantasnya di negara kita,” Presiden Horta.
Presiden Horta juga mengucapkan terima kasih kepada mitra-mitra penting di sektor kesehatan seperti Australia, USAID, China, dan Jepang, atas dukungan mereka di berbagai bidang kesehatan.
“Saya juga berterima kasih kepada WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) atas layanan dukungan kesehatan yang luar biasa, serta UNICEF(Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa), dan WFP (Program Pangan Dunia) yang telah berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Kesehatan untuk Penguatan dan Kelembagaan Kesehatan, Jose Magno dos Reis, mengatakan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke -X, tahun ini berfokus pada pencegahan dan kebiasaan hidup sehat.
“Energi dan semangat yang ditunjukkan pada acara ini menunjukkan pesan yang jelas bahwa masyarakat kita siap untuk membuat perbedaan. Siap menjadikan kesehatan sebagai prioritas, siap untuk mencegah penyakit, bukan hanya untuk menyembuhkan. Mendekatkan kesehatan kepada masyarakat dan memperkuat pencegahan,” jelas Jose Magno.
Ia menegaskan, banyak masyarakat masih kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, sehingga Pemerintah berusaha membawa pelayanan kesehatan hingga di tempat yang terpencil dan susah di akses.
“Jadi, kesehatan keluarga bukan hanya masalah pribadi. Menjaga keluarga tetap sehat juga berarti menjaga Timor-Leste tetap kuat. Untuk membantu mewujudkan hal ini, sebuah program baru yang besar yang disebut Paket Kesehatan Terpadu (IHP) telah diluncurkan,” katanya.
Dikatakan, program IHP ini menghubungkan perawatan di lima bidang yaitu, sistem kesehatan, fasilitas kesehatan nasional, spesialis komunitas, dan pemrogram. Ini berarti bahwa penyakit dapat dicegah, diobati, dan didukung menuju pemulihan dalam perjalanan yang bermartabat. Ini adalah cara memberikan perawatan yang menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai pusatnya.
Dilain pihak, Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste, Arvind Mathur, mengatakan program Kesehatan Terpadu (IHS) memainkan peran transformative. Karena itu, WHO bangga mendukung Kementerian Kesehatan untuk memperkenalkan IHS sebagai fondasi untuk perawatan yang berpusat pada masyarakat dari masyarakat hingga rumah sakit.
“Elemen kunci dari hal ini adalah bahwa Relawan Kesehatan Masyarakat adalah titik kontak pertama bagi banyak keluarga. Dengan pelatihan dan dukungan yang tepat, mereka akan berada di garis terdepan dalam pencegahan, deteksi dini, dan promosi kesehatan,” jelas Arvind.
Ia menambahkan, agar berhasil, perawatan primer harus didukung oleh layanan sekunder dan tersier yang kuat. Di sini, pengembangan sumber daya manusia adalah kuncinya.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz

