KBRI dukung Kantor Berita TATOLI gelar Pelatihan Digital Jurnalistik

DILI, 22 Juli 2025 (TATOLI)— Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Pusat Budaya Indonesia (PBI) mendukung Kantor Berita Timor-Leste, TATOLI menggelar Pelatihan Digital Jurnalistik.
Pelatihan jurnalistik yang digelar di PBI, Dili, selama dua hari terhitung 21-22 juli ini atas kerjasama TATOLI dan KBRI Dili melalui PBI. Pelatihan tersebut dibuka oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republilk Indonesia (KBRI), Ikhfan Haris dengan didampingi Pembimbing (Mentor) Rossalyn Ayu Asmarantika dan tim dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Indonesia.
Peserta pelatihan selama dua hari berjumlah 28 orang dari tim redaksi media TATOLI, IP, RTTL (Radio Televisi Timor-Leste), EP, Timor Post, Grup Media Nasional (GMN) dan Pengurus ETI (Escola Técnica Informática).
Dalam acara penutupan pelatihan yang berjalan dua hari pada Selasa (22/07), Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republilk Indonesia (KBRI), Ikhfan Haris menyampaikan ucapan terima kasih karena telah mengikuti pelatihan selama dua hari.

“Perlu saya informasikan sebenarnya ini adalah kerjasama kami (KBRI – PBI) dengan kantor berita Nasional Timor-Leste TATOLI. Kerjasama ini telah dibicarakan bulan-bulan lalu dan Alhamdulillah, puji Tuhan ini terrealisir. Ini juga permintaan dari pemerintah ke KBRI melalui kantor berita TATOLI untuk meningkatkan kualitas teman-teman. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran pembimbing yang sudah datang jauh-jauh untuk berbagi ilmu kepada teman-teman,” kata Atase Pendidikan Ikhfan Haris.
Dijelaskan dengan pelatihan Mobile Journalism (MoJo), jadi multitasking, bagi wartawan dan bisa kerja mandiri dalam segala hal seperti menulis, meliput, mengambil gambar dan lainnya hanya dengan menggunakan telepon.
“Kami harap dengan pelatihan ini bisa memperkuat minimal jurnalistik digital dalam Mobile journalism. Karena, pelatihan bagi TATOLI dan media lainyang sudah hadir disini. Ini bukan awal pelatihan digital jurnalistik. Tentu kerjasama kami dengan UMN, nanti akan kita kembangkan lagi, misalnya di bidang Jurnalistik Investigasi. Karena itu sangat menarik,” katanya.
Atase Pendidikan itu juga berharap selama dua hari pelatihan yang didapatkan oleh 28 wartawan tersebut, dapat dipraktekan langsung di lapangan sehingga dapat bermanfaat ilmu yang didapatkan.
Dilain pihak, Wakil Ketua Dewan Direksi TATOLI urusan Media dan Jurnalistik, Zezito da Silva menyampaikan ucapan terima kasihatas nama TATOLI dan memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya pelatihan ini. Karena dari kesempatan ini jurnalis dapat belajar lebih banyak lagi, guna meningkatkan kapasitas teknis dan kapasitas professional dibidang jurnalistik.
Zezito da Silva yang juga sebagai salah satu peserta dari TATOLI itu mengatakan pelatihan jurnalistik MoJo ini sangat penting bagi jurnalis TATOLI dengan tujuan agar para jurnalis mampu bekerja secara multi tasking, sehingga manfaat pelatihan yang diperoleh jurnalis menjadi selaras untuk diimplementasikan di lingkungan kerja instansi TATOLI.

“Saya meminta tim redaksi TATOLI untuk mempraktikkannya setelah pelatihan dua hari di PBI ini. Saya juga meminta Kedutaan Besar dan Universitas Multimedia Nusantara untuk memperkuat kerja sama dengan TATOLI guna memfasilitasi pelatihan di bidang apa pun sesuai perkembangan teknologi dunia,” paparnya.
Dikatakan, selama pelatihan dua hari para peserta telah mendapatkan teori sekaligus praktek, artinya wartawan atau tim redaksi TATOLI sudah siap untuk mengimplementasikan di dunia kerja TATOLI. Jadi, jurnalis dapat menggunakan smarphone untuk membuat video, teks, dan foto (multi tasking) dan juga tidak lagi tergantung pada kamera besar.
“Saya minta kepada tim redaksi, terlebih para editor yang telah mengikui pelatihan agar bisa membagikan kembali kepada rekan-rekan (jurnalis) yang tidak sempat mengikuti pelatihan MoJo karena sedang dalam peliputan Pertandingan CPLP,” katanya.
Dijelaskan, salah satu mitra strategis TATOLI adalah KBRI, dan mitra lainnya. Oleh karena itu, TATOLI harus bekerja sama dengan KBRI untuk melaksanakan program apa pun untuk kebutuhan jurnalis Timor-Leste, khususnya jurnalis di TATOLI.
Ia mengatakan, kerjasama ini bersifat terus menerus, tidak akan berhenti disini. Jadi, ke depannya pelatihan akan lebih banyak lagi, mungkin ada juga pelatihan jurnalistik investigasi dan lainnya.
Beliau juga menekannya bahwa, pelatihan MoJo dapat memfasilitasi jurnalis untuk bekerja sendiri, dimana mereka dapat membuat video, mengedit video, menulis dan mempublikasikan.

Penyerahan cendramata antara Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republilk Indonesia (KBRI), Ikhfan Haris dan Pembimbing (Mentor) Rossalyn Ayu Asmarantika. Foto TATOLI
Ditempat yang sama, salah satu peserta dari Grup Media Nasional (GMN) yang mengikuti pelatihan, Isabel Maria de Jesus Fernandes mengucapkan terimakasih atas pelatihan yang diberikan selama dua hari, meskipun pelatihan tersebut di tujukan kepada wartawan kantor berita negara, namun media lain juga dapat mengikutinya.
“Terima kasih atas waktunya, terima kasih atas pengalamanya, dan terima kasih atas ilmunya, karena meskipun pelatihan ini digelar atas kerjasama yang ditujukan kepada teman teman dari Tatoli, tapi kita sudah sangat bersyukur karena kita diikut sertakan. Jadi terima kasih,” katanya.
Pelatihan selama dua hari tersebut difokuskan pada Mobile Journalism (MoJo), atau jurnalisme seluler. Dimana, materi yang didapatkan tentang bagaimana praktik jurnalistik dengang memanfaatkan perangkat seluler, seperti smartphone, untuk mengambil video, dan mengedit berita hanya melalui smartphone. Dimana, MoJo memungkinkan jurnalis untuk bekerja secara mandiri, cepat, dan fleksibel.
Pelatihan dua hari itu ditutup dengan pembagian sertifikat, pembagian hadiah bagi dua pemenang video jurnalistik terbaik, dan pembagian souvenir untuk semua peserta dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Indonesia dan foto bersama.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz

