iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

PM Malaysia minta negara anggota dukung aksesi penuh Timor – Leste ke ASEAN

PM Malaysia minta negara anggota dukung aksesi penuh Timor – Leste ke ASEAN

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, sedang memberikan pidatonya dalam pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke - 58 di Kuala Lumpur Convention Centre, Rabu (09/07). Foto MNEC

DILI, 09 Juli 2025 (TATOLI)—  Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam pidatonya pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN meminta negara-negara anggota ASEAN untuk memberikan dukungan maksimal kepada Timor-Leste untuk menjadi anggota penuh organisasi regional tersebut melalui Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025 di Malaysia.

Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-58 itu dihadiri juga Timor-Leste diwakili oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas dan Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Rangel beserta delegasi. Pertemuan tersebut diadakan di Kuala Lumpur Convention Centre, Rabu (09/07),

Dalam siaran pers yang diakses Tatoli dari laman Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama menyebutkan, Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dibuka oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri ASEAN dan Timor-Leste yang berpartisipasi sebagai pengamat dari tanggal 09 hingga 11 Juli 2025.

Dalam sambutan pembukaannya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta negara-negara anggota ASEAN untuk memberikan dukungan maksimal kepada Timor-Leste untuk menjadi anggota penuh organisasi regional tersebut melalui Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2025 di Malaysia.

“Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat atas fasilitasnya dan saya meminta semua negara anggota untuk terus mendukung Timor-Leste untuk integrasi penuh, bukan hanya untuk lembaga-lembaga kita, demi masa depan kawasan ini,” kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Berita terkait : Menteri Bendito bertemu Sekjen Kao Kim bahas keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN

Kepala Pemerintahan Malaysia menggarisbawahi bahwa inklusivitas dan keberlanjutan adalah tema utama yang memandu Presidensi ASEAN 2025 Malaysia, yang berfokus pada pengembangan persatuan dan pembangunan berkelanjutan di seluruh kawasan.


Foto bersama usai pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke – 58 di Kuala Lumpur Convention Centre, Rabu (09/07). Foto MNEC

“Yang terpenting, sentralitas ASEAN harus menjadi bintang utara kita, sebagaimana tercermin dari penguatan dan inovasi berkelanjutan lembaga-lembaga hukum ASEAN. Kita harus tetap menjadi jangkar utama dialog di kawasan ini, sehingga mitra-mitra dialog kita harus terus menemukan nilai dalam berinteraksi dengan kita,” tambah PM Ibrahim.

Beliau menambahkan pentingnya Persatuan dan Sentralitas ASEAN dalam menghadapi meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian geoekonomi, yang menegaskan kembali peran ASEAN sebagai kekuatan stabilisasi di kawasan.

Memajukan integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN, termasuk kerja sama di bidang-bidang pertumbuhan yang sedang berkembang seperti ekonomi digital, energi hijau, dan konektivitas rantai pasok.

Komitmen Malaysia terhadap kebijakan luar negeri yang netral dan tidak berpihak, memprioritaskan kerja sama ekonomi dan stabilitas regional melalui cakupan strategis.

Persiapan penerimaan Timor-Leste sebagai anggota ASEAN ke-11, yang diharapkan pada KTT ASEAN ke-47 di akhir tahun 2025, menandakan perluasan dan inklusivitas ASEAN.

Memperkuat dialog dan kerja sama dengan Mitra Wicara ASEAN untuk bersama-sama mengatasi tantangan regional dan global. Penekanan terus diberikan pada penyelenggaraan lingkungan pertemuan yang aman, bersih, dan dipersiapkan dengan baik di Kuala Lumpur untuk memfasilitasi keterlibatan diplomatik yang efektif.

Perlu diketahui, pada 26 Mei 2025 Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar Ibrahim, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, secara resmi menyatakan bahwa Timor-Leste akan menjadi anggota penuh ASEAN pada KTT ke-47 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025, di Kuala Lumpur.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste (MNEC), menyebutkan  Perdana Menteri Anwar menyampaikan apresiasi mendalam dan penghargaan tinggi kepada semua pihak, baik dari dalam ASEAN maupun mitra eksternal yang telah berkontribusi secara konsisten dalam mendukung proses aksesi Timor-Leste menuju keanggotaan penuh.

Berita terkait : Pemerintah mandatkan negosiasi lanjutan untuk Akses Pasar Jasa ASEAN

Keputusan tersebut juga menandai tonggak penting dalam sejarah ASEAN sebagai organisasi regional yang terus berkembang menuju integrasi lebih dalam dan inklusif.

ASEAN merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dibentuk pada 08 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Negara-negara pendiri ASEAN adalah Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura.

ASEAN kini beranggotakan 10 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Brunei Darrusalam.

Sementara, ASEAN telah mengakui Timor-Leste sebagai anggotanya yang ke-11. Status Timor-Leste sebagai pengamat (Observer). Keputusan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin ASEAN di Kamboja pada jumat (11/11/2022).

TATOLI

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!