DILI, 25 Juni 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Dewan Menteri telah memberikan mandat resmi kepada Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Maria da Costa Rangel, untuk memimpin negosiasi teknis terkait penyesuaian Kerangka Komitmen (Schedule of Commitments/SoC) Timor-Leste dalam rangka aksesi penuh ke Perjanjian Jasa ASEAN, yaitu ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dan ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA).
Langkah ini diambil setelah Timor-Leste mempresentasikan kemajuan proses aksesi dalam pertemuan ke-110 Komite Koordinasi Jasa ASEAN (Coordinating Committee on Services/CCS) yang diselenggarakan pada Juni 2025 di Laos.
Dalam pertemuan tersebut, ASEAN melakukan evaluasi terhadap SoC Timor-Leste dan mengidentifikasi perlunya penyesuaian pada 20 subsektor dalam Mode 3 (kehadiran komersial lokal) agar memenuhi kriteria minimum dari AFAS.
Hingga saat ini, Timor-Leste telah memenuhi komitmen pada 306 dari total 326 subsektor yang disyaratkan, menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses aksesi terhadap integrasi sektor jasa di kawasan.
“Setelah mendengar tanggapan dari Sekretariat ASEAN dan negara-negara anggota atas penawaran jasa kita, mereka meminta beberapa penyesuaian sesuai kriteria minimum. Permintaan tersebut kita tampung, kita bawa kembali, kita sampaikan kepada Dewan Menteri, dan hari ini kita menyetujui mandat bagi teknisi untuk memulai negosiasi,” ujar Milena Rangel di Kantor Pemerintah.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian ini mencakup aspek-aspek jasa yang berkaitan dengan peredaran barang dan juga mobilitas tenaga profesional di antara negara anggota ASEAN.
“Kita telah menyetujui pasar penawaran jasa yang mencakup barang-barang terkait jasa serta mobilitas tenaga kerja profesional dari dan ke negara-negara anggota ASEAN. Ini diatur dalam kerangka perjanjian-perjanjian regional,” jelasnya.
Negosiasi teknis ini dipandang sebagai langkah krusial menuju aksesi penuh Timor-Leste pada perjanjian jasa ASEAN pada tahun 2036, sejalan dengan kerangka waktu yang telah ditetapkan untuk negara-negara CLM (Kamboja, Laos, dan Myanmar).
Pemerintah menegaskan bahwa arah negosiasi akan disesuaikan dengan kepentingan nasional, sembari tetap berupaya memenuhi standar integrasi ekonomi kawasan. Aksesi ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Timor-Leste dalam proses menjadi anggota penuh ASEAN.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




