iklan

EKONOMI, HEADLINE

g7+ fasilitasi pertukaran pengalaman TL – Kepulauan Solomon kelola sumber daya alam

g7+ fasilitasi pertukaran pengalaman TL – Kepulauan Solomon kelola sumber daya alam

Foto bersama disela-sela seminar bertajuk “Pembelajaran Sejawat dan Pengelolaan Sumber Daya Alam” atau Seminar on Peer Learning and Natural Resource Management, yang digelar oleh g7+ di Heritage Hotel Honiara, Kepulauan Solomon, Rabu (09/07). Foto Tatoli/Cidalia Fatima

HONIARA, 09 Juli 2025 (TATOLI) — Dalam semangat solidaritas dan pembelajaran sejawat, Timor-Leste dan Kepulauan Solomon mempererat kerja sama melalui seminar bertajuk “Pembelajaran Sejawat dan Pengelolaan Sumber Daya Alam” atau Seminar on Peer Learning and Natural Resource Management, yang digelar oleh g7+ di di Heritage Hotel Honiara, Kepulauan Solomon.

Kegiatan satu hari yang digelar pada Rabu, 09 Juli 2025 itu  menjadi wadah pertukaran pengalaman antar dua negara anggota g7+ yang sama-sama berjuang mengelola kekayaan alam demi pembangunan berkelanjutan.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco Monteiro dalam sambutannya menegaskan bahwa partisipasi Timor-Leste dalam forum ini dilandasi oleh semangat rendah hati untuk berbagi, bukan untuk menggurui.

“Kami datang bukan sebagai panutan, melainkan sebagai sesama pembelajar. Pengelolaan sumber daya alam harus dilandasi transparansi, tanggung jawab lingkungan, dan partisipasi masyarakat,” ungkap Menteri Francisco dalam pembukaan kegiatan seminar di Hetage Hotel, rabu ini.

Berita terkait : Delegasi Timor-Leste Ikut Rayakan HUT Solomon Islands ke-47, Puji Semangat Persatuan

Anggota Pemerintah itu mengungkapkan Timor-Leste kini tengah mengembangkan sektor pertambangan dengan menekankan pembangunan kerangka hukum dan kelembagaan yang kuat.

Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam harus bersifat inklusif dan berdampak jangka panjang bagi rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal g7+, Helder da Costa, menyampaikan bahwa Kepulauan Solomon akan segera memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua g7+ pada Januari 2026 mendatang. Pengangkatan ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Kepulauan Solomon di tingkat global.

“g7+ bukan lagi hanya kelompok penerima bantuan. Kita adalah mitra yang dibutuhkan dunia karena kita memiliki kekayaan alam, keanekaragaman hayati, dan sumber daya manusia yang luar biasa,” ujar Sekjen g7+.

Ia juga menyoroti inisiatif-inisiatif baru g7+ yang akan segera diluncurkan, seperti Fasilitas Pendapatan Sumber Daya Alam, Bank Investasi g7+, dan Indeks Kelayakan Kredit Berbasis Ketahanan, semuanya bertujuan mendukung pembangunan berkeadilan dan pengelolaan sumber daya yang efektif di negara-negara anggota.

Kegiatan ini menandai kelanjutan dari semangat yang diperkuat sejak Pertemuan Tingkat Menteri g7+ ke – VI di Timor-Leste pada April lalu. Dalam forum tersebut, semangat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan ditegaskan sebagai fondasi utama membangun masa depan negara-negara anggota yang tangguh dan berdaulat.

Dilain pihak, Menteri Pertambangan, Energi, dan Elektrifikasi Pedesaan Kepulauan Solomon, Derrick Rawcliff Manuari, menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Timor-Leste dan menyebut seminar ini sebagai manifestasi nyata dari prinsip kerja sama dari negara rapuh ke negara rapuh yang menjadi landasan g7+.

“Jika dikelola dengan bijak, sumber daya kita bisa menjadi fondasi perdamaian dan pembangunan. Tapi jika salah kelola, justru dapat memicu konflik,” ujarnya tegas.

Seminar ini juga menghadirkan diskusi panel, kunjungan lapangan, serta pertemuan bilateral yang membahas tantangan praktis dan solusi kontekstual dalam pengelolaan sumber daya alam dengan menghadirkan perwakilan dari Timor-Leste seperti Otoritas Nasional Mineral (ANM), Murak Rai Timor (MRT), Institut Geosains Timor-Leste (IGTL), EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) serta intansi terkait dari Kepulauan Salomon.

Dengan komitmen kuat dan semangat kebersamaan, Timor-Leste dan Kepulauan Solomon menunjukkan bahwa kerja sama sejawat dapat menjadi kekuatan pendorong untuk perubahan yang nyata dan berkelanjutan. Melalui forum seperti ini, g7+ terus memainkan peran penting sebagai ruang belajar, saling menguatkan, dan memperjuangkan kepemilikan pembangunan oleh negara-negara itu sendiri. 

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!