iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Delegasi Timor-Leste Ikut Rayakan HUT Solomon Islands ke-47, Puji Semangat Persatuan

Delegasi Timor-Leste Ikut Rayakan HUT Solomon Islands ke-47, Puji Semangat Persatuan

Delegasi Timor-Leste berpartisipasi dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-47 Kepulauan Solomon yang diadakan di Stadion Nasional, Honiara, Senin, 07 Juli 2025. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

HONIARA, 08 Juli 2025 (TATOLI) –  Delegasi dari Timor-Leste turut hadir dan mengambil bagian dalam perayaan resmi Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Kepulauan Solomon ke-47 yang digelar di Stadion Nasional, Ibukota Honiara, pada Senin (7/7). Momen bersejarah ini menjadi wadah untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan stabilitas bangsa Kepulauan Solomon.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco Monteiro, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan kesan mendalam tentang proses rekonsiliasi dan pembangunan yang dijalani Kepulauan Solomon pasca konflik.

“Saya merasakan ada banyak hal baik dari acara mereka karena meskipun Kepulauan Solomon menghadapi berbagai tantangan di masa lalu yang membawa mereka ke dalam banyak konflik, pemerintah dan masyarakat pada umumnya menyadari bahwa sesuatu konflik itu buruk dan tidak membantu mereka sebagai sebuah bangsa dan rakyat,” ujar Menteri Francisco dalam wawancara dengan TATOLI di Heritage Hotel Honiara, Selasa ini.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah, politisi, dan rakyat bersama-sama dalam upacara peringatan di stadion menunjukkan tekad kuat untuk persatuan dan stabilitas sebagai pondasi kemajuan bangsa.

“Kita melihat dengan jelas dari partisipasi maksimal kemarin dari rakyat, politisi mereka, Kepala Pemerintahan mereka bersama-sama di stadion untuk memperingati dan juga dengan semangat dalam tema bahwa harus ada persatuan dan stabilitas untuk memajukan negara mereka. Dari partisipasi kita saya melihat bahwa ada banyak hal baik yang negara mereka  lalui usai proses pasca konflik di masa lalu,” lanjutnya.


Delegasi Timor-Leste berpartisipasi dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-47 Kepulauan Solomon yang diadakan di Stadion Nasional, Honiara, Senin, 07 Juli 2025. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

Sementara, Sekretaris Jenderal g7+, Helder da Costa juga menegaskan kedekatan sejarah dan situasi pembangunan kedua negara dan menekankan bahwa perbedaan waktu Kemerdekaan Kepulauan Salomon dan Proklamasi Kemerdekaan Timor-Leste yang hanya tiga tahun tidak menjadi penghalang untuk saling belajar dan mendukung.

“Kepulauan Solomon merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-47, sedangkan Timor-Leste akan merayakan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaannya yang ke-50. Tidak ada perbedaan besar, hanya tiga tahun. Pembangunan mereka mengikuti ritme dan fase yang sesuai dengan konteks mereka. Dari Timor-Leste menyampaikan ucapan selamat yang tulus, dan kami juga membawa surat ucapan dari dari Ketua g7+, Sierra Leone,” ujar Helder.

Helder juga memberikan refleksi penting bagi warga Timor-Leste, mengingatkan bahwa meski pemerintah telah berupaya, banyak hal yang masih perlu dilakukan. Namun, ia menegaskan agar masyarakat menghargai usaha kolektif dan melihat tantangan negara lain sebagai pembelajaran.

“Sebagai orang Timor-Leste, saya bisa mengatakan kita tidak lebih buruk atau lebih baik dari mereka. Pemerintah kita telah melakukan banyak hal, meski masih ada kekurangan. Kita harus bersyukur atas upaya kolektif yang sudah dijalankan, karena negara lain menghadapi tantangan yang lebih besar. Para pemimpin kita, meskipun berbeda politik, memiliki aspirasi bersama untuk membawa pembangunan yang baik bagi rakyat,” tambah Helder.

Delegasi Timor-Leste yang turut hadir dalam acara tersebut menyaksikan sendiri berbagai pertunjukan tentang kekayana budaya yang dimiliki oleh masyarakat Kepulaun Salomon yang datang dari berbagai suku dan etnis berbeda tetapi tetap Bersatu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele, dalam pidatonya yang mengangkat semangat persatuan dan visi pembangunan jangka panjang negara menegaskan empat pilar fundamental yang menjadi dasar kebijakan pemerintahnya dalam mengarahkan pembangunan nasional.

Visi Pemerintah untuk Persatuan dan Transformasi Nasional (GNUT) berdiri di atas pilar-pilar fundamental seperti Persatuan dan Stabilitas, Transformasi Ekonomi, Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Pilar-pilar ini mencerminkan prioritas kami untuk mendorong transformasi sosial-ekonomi, memperkuat ekonomi nasional, dan mengembangkan potensi sumber daya manusia demi kemakmuran bersama,” jelasnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!