HONIARA, 08 Juli 2025 (TATOLI) – Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco Monteiro, menegaskan dorongan kuat bagi pengembangan kerjasama di bidang pengelolaan sumber daya mineral dan energi dengan Kepulauan Salomon melalui Forum Negara-Negara Anggota g7+.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan resmi Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco Monteiro bersama 22 delegasi lainnya dalam misi g7+ dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Salomon, Peter Shanel Agovaka, serta Menteri Pertambangan, Energi dan Elektrifikasi Pedesaan Salomon, Derrick Rawcliff Manuari, Selasa ini.
“Kami datang sebagai Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral mewakili Pemerintah, untuk bergabung dengan Sekretariat g7+ dan menghadiri program yang mempertemukan negara-negara anggota guna berbagi pengalaman serta ide pengelolaan sumber daya alam masing-masing,” kata Menteri Francisco dalam wawancara dengan TATOLI, selasa ini di Heritage Hotel Honiara.
Berita terkait : Delegasi Timor-Leste Ikut Rayakan HUT Solomon Islands ke-47, Puji Semangat Persatuan
Ia pun menjelaskan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Salomon, Peter Shanel Agovaka, untuk bertukar pandangan mengenai tujuan utama kedua negara. Pertemuan ini berfokus pada gagasan dan langkah konkret yang dapat diambil untuk menjalin relevansi kerjasama di masa mendatang.
“Kami berkesempatan untuk bertukar pandangan tentang tujuan utama negara ini dan juga dalam konteks berbagi pengalaman dalam sumber daya alam, langkah konkret apa yang sedang kami pikirkan untuk diusulkan agar kedua negara ini relevan di masa mendatang,” ucapnya.
Tidak hanya itu, delegasi Timor-Leste juga mengadakan dialog dengan Menteri Pertambangan, Energi dan Elektrifikasi Pedesaan, Derrick Rawcliff Manuari.
“Kami juga bertemu dan melihat jika nantinya bisa berbagai pengalaman tentang sektor perminyakan dengan mereka,” ujarnya.
Menteri Monteiro menegaskan bahwa salah satu kekuatan besar g7+ adalah bagaimana negara-negara anggotanya, yang kaya akan sumber daya alam, dapat saling bersatu dan membantu satu sama lain dalam mengelola kekayaan tersebut secara berkelanjutan dan ekonomis.
Pertemuan hari ini menjadi awal dari proses panjang yang akan diikuti dengan lokakarya mendalam besok, di mana kedua negara akan merumuskan langkah-langkah konkrit untuk kerjasama yang lebih erat.
Ia menyatakan harapan agar kedua kementerian dapat melakukan kunjungan kerja dan saling bertukar layanan demi penguatan sektor minyak dan mineral.
Sekretaris Jenderal g7+, Helder da Costa juga mengtatakan kunjungan delegasi ke Honiara bertujuan untuk mengonsolidasikan keanggotaan organisasi antarpemerintah ini, sekaligus menegaskan kembali peran sentral Kepulauan Salomon sebagai Ketua g7+ yang akan mulai memimpin pada Januari 2026 untuk masa jabatan dua tahun.
“Kami hadir di sini untuk bertemu dengan para pejabat kunci Kepulauan Salomon dan menegaskan pentingnya kepemimpinan mereka dalam g7+. Ini juga kesempatan bagi delegasi Timor-Leste dari Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Institut Geologi Timor-Leste (IGTL), dan Murak Rai Timor (MRT) untuk berbagi pengalaman terkait pengelolaan sumber daya alam,” ungkap Helder da Costa.
Ia menambahkan bahwa sambutan yang diterima sangat hangat dan penuh rasa hormat, dimulai sejak Hari Kemerdekaan Kepulauan Salomon yang ke-47. Pada kesempatan itu, pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kepulauan Salomon membuka ruang bagi penyusunan rencana kerja untuk masa kepemimpinan mendatang.
“Dalam pertemuan hari ini dengan Menteri Pertambangan Kepulauan Salomon, kami menerima apresiasi atas inisiatif ini. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman. Besok, dalam lokakarya yang akan digelar di Honiara, Timor-Leste akan menyampaikan perspektif serta tantangan pengelolaan sumber daya mineral di dalam kerangka g7+,” tambah Helder da Costa.
Dari dialog bilateral ini, g7+ berharap dapat memperkuat sinergi antar negara anggota dalam memanfaatkan potensi mineral secara berkelanjutan demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat masing-masing negara.
Ia menekankan pentingnya hubungan erat antar kedua negara yang sama-sama memiliki komitmen tinggi dalam mengelola sumber daya alam, serta mendorong pertukaran pengetahuan yang lebih intensif untuk menghadapi tantangan global di sektor mineral.
Delegasi Timor-Leste yang terdiri dari 23 orang dipimpin oleh Menteri MPRM, Francisco Monteiro bersama timnya serta tim dari Otoritas Nasional Mineral (ANM), Murak Rai Timor, Institut Geosains TL, EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) serta Tim dari Sekretariat g7+ yang dipimpin oleh Sekrettaris Jenderal, Helder da Costa.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




