iklan

POLITIK, HEADLINE

Menteri Francisco wakili Timor-Leste dalam Misi g7+ ke Kepulauan Solomon  

Menteri Francisco wakili Timor-Leste dalam Misi g7+ ke Kepulauan Solomon   

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM), Francisco da Costa Monteiro. Foto Tatoli

DILI, 05 Juli 2025 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste hari ini mengirimkan delegasi resmi untuk mengikuti misi berbagi pengalaman g7+ di Honiara, Kepulauan Solomon, yang akan berlangsung pada 07 hingga 11 Juli 2025.

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, dipercaya mewakili Pemerintah Timor-Leste dalam misi ini, dengan fokus utama pada kerja sama di bidang pengelolaan sumber daya alam, khususnya minyak dan gas.

Misi ini merupakan bagian dari program kerja sama fragile-to-fragile (rapuh-ke-rapuh) g7+, yang bertujuan memperkuat solidaritas antarnegara anggota melalui pertukaran pengalaman dan pembelajaran lintas negara.

Menteri Francisco Monteiro akan bertemu langsung dengan Menteri Pertambangan, Energi, dan Elektrifikasi Pedesaan Kepulauan Solomon, Hon. Bradley Tovosia, guna membahas potensi kolaborasi di sektor energi.

Tiga agenda utama misi ini meliputi :

  1. Berbagi pengalaman antara kedua negara dalam tata kelola sektor minyak dan gas, termasuk tantangan dan pencapaian yang telah diraih
  2. Memperkuat hubungan bilateral di tingkat menteri, sebagai bentuk diplomasi sektor sumber daya antara Timor-Leste dan Kepulauan Solomon.
  3. Membangun kerja sama masa depan yang mencakup pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas teknis.

Delegasi Timor-Leste juga akan melibatkan sejumlah lembaga teknis dan strategis, seperti Otoritas Perminyakan Nasional (ANP), Otoritas Mineral Nasional (ANP), Timor GAP, Murak Rai Timor, Institut Geosains TL, serta EITI (Extractive Industries Transparency Initiative). Tim dari Sekretariat g7+ di Dili turut serta mendampingi misi di Kepulauan Salomon.

Kepulauan Solomon, sendiri telah menjadi anggota aktif g7+ sejak awal. Ekonominya bertumpu pada sektor pertanian, perikanan, dan ekstraksi sumber daya seperti emas dan nikel.

Negara ini juga berperan aktif dalam kegiatan g7+, termasuk mengirim Menteri Luar Negeri, Hon. Peter Shanel Agovaka, sebagai Presiden g7+ terpilih untuk periode 2026-2028. Pengangkatan ini diumumkan dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-6 g7+ pada April 2025.

Misi ke Honiara ini menjadi bukti nyata komitmen Timor-Leste dalam memperkuat diplomasi pembangunan melalui platform g7+, serta menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama secara erat dengan sesama negara rapuh di kawasan Pasifik.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!