DILI, 01 Juli 2025 (TATOLI)– Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bermitra dengan UNFPA (Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa) secara resmi meluncurkan proyek Komite Pengarah untuk mengurangi angka kematian ibu dan perinatal melalui penguatan layanan EmONC (Perawatan Obstetri dan Neonatal Darurat) di Timor-Leste.
Peluncuran proyek Komite Pengarah yang digelar di kantor UN House, Caicoli Dili, selasa ini, mendapatkan dukungan keuangan dari Pemerintah Jepang.
“Terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas dukungan pendanaan yang besar kepada UNFPA atas kemitraan yang teguh, dan kepada semua pemangku kepentingan yang hadir hari ini diantaranya otoritas nasional dan kotamadya, kementerian terkait, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan, atas komitmen Anda semua untuk memajukan kesehatan dan kesejahteraan perempuan dan anak perempuan di seluruh negeri ini,” kata Wakil Menteri Penguatan Kelembagaan Kesehatan Jose Magno dalam sambutanya pada acara peluncuran tersebut.
Dijelaskan, Timor-Leste telah membuat kemajuan, tetapi kematian ibu dan perinatal tetap menjadi tantangan yang mendesak. Proyek ini bukan sekadar intervensi, tetapi merupakan prioritas nasional. Sejalan dengan Rencana Pembangunan Strategis Pemerintah, Rencana Strategis Kesehatan Nasional 2022-2030, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, serta inisiatif ini mewujudkan tekad Pemerintah untuk memastikan tidak ada perempuan yang meninggal saat melahirkan.
“Mandat kolektif kami selama tiga tahun ke depan, kami akan meningkatkan pusat-pusat kesehatan untuk menyediakan perawatan obstetrik dan menyelamatkan bayi baru lahir secara darurat. Serta, melengkapi tenaga kesehatan yang terampil untuk layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif. Memberdayakan masyarakat melalui perubahan sosial dan perilaku. Mengintegrasikan layanan penting untuk mendukung kekerasan berbasis gender untuk keluarga berencana dan perawatan HIV guna menempatkan penyintas dan perempuan yang rentan di pusat upaya kami,” paparnya.
Peran Komite Pengarah saat ini, memformalkan kemitraan yang bertujuan sebagai anggota komite pengarah, tanggung jawabnya dengan jelas memberikan pengawasan strategi untuk memastikan keselarasan dengan prioritas nasional.
Pada saat yang sama, Perwakilan UNFPA di Timor-Leste, Navchaa Suren, mengatakan Pertemuan tingkat tinggi ini akan mempertemukan pejabat senior dari Kementerian Kesehatan, perwakilan Kedutaan Besar Jepang, mitra pelaksana, dan pemangku kepentingan utama untuk memberikan supervisi dan panduan strategis guna memastikan pelaksanaan proyek yang efektif.
“Inisiatif transformatif ini, didanai oleh Pemerintah Jepang bertujuan untuk secara signifikan mengurangi kematian ibu dan bayi baru lahir dengan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan Perawatan Obstetri dan Bayi Baru Lahir Darurat di 20 pusat EmONC di 12 dari 13 kotamadya di Timor-Leste. Sebuah langkah maju yang besar dalam perjalanan Timor-Leste menuju akses universal ke layanan perawatan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas,” jelas Navchaa Suren.
Dia mengatakan proyek yang didanai Jepang ini menawarkan kemajuan besar dan kesempatan untuk memberikan dampak yang mendalam pada kesehatan masyarakat. Proyek ini akan berfokus pada peningkatan hasil kesehatan ibu dan anak serta memajukan pengetahuan dan sikap kesehatan masyarakat di masyarakat pedesaan di kotamadya.
“UNFPA bangga menjadi mitra penting dalam inisiatif penyelamatan nyawa ini, kami yakin bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mengurangi kematian ibu dan perinatal dengan memperkuat pusat-pusat EmONC di Timor-Leste, dan membuat perbedaan yang baik dalam kehidupan ibu dan bayi mereka,” katanya.
Timor-Leste terus berupaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan, khususnya di daerah pedesaan dan daerah yang kurang terlayani. Pusat-pusat EmONC yang didukung oleh proyek ini akan dilengkapi dengan penyediaan perawatan darurat yang komprehensif dan berkualitas tinggi bagi ibu hamil dan bayi yang baru lahir.
Ditempat yang sama, Duta Besar Jepang di Timor-Leste, Tetsuya KIMURA mengatakan sejak tahun lalu Pemerintah dan masyarakat Jepang telah mendukung proyek peningkatan fasilitas perawatan darurat dasar obstetri dan bayi baru lahir di Pusat Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan oleh UNFPA.
“Melalui hibah sebesar $7,5 juta, kami ingin meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Timor-Leste dengan membangun atau merenovasi 20 tempat pusat kesehatan masyarakat, menyediakan peralatan medis, dan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk persalinan dan perawatan perinatal yang memberikan kontribusi besar untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di negara ini,” jelas Dubes Tetsuya KIMURA.
Ia menekankan bahwa, Komite Pengarah ini memainkan peran utama dalam keberhasilan proyek.
Perlu diketahui, Perinatal adalah periode waktu yang mencakup kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan. Istilah ini juga dapat merujuk pada periode sekitar waktu kelahiran, yaitu sekitar 22 minggu masa kehamilan hingga 7 hari setelah lahir. Perinatal juga bisa merujuk pada kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi selama periode ini.
Dimana, perinatal meliputi, Periode Antenatal (Prenatal) yaitu, waktu sebelum kelahiran, yaitu sejak pembuahan hingga persalinan, Periode Postnatal (Postpartum) adalah waktu setelah kelahiran, yaitu dari persalinan hingga satu tahun setelahnya. Dan, Periode Neonatal yaitu, 28 hari pertama setelah kelahiran.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




