iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

CPLP dorong pelestarian warisan Portugis-Asia sebagai strategi budaya global

CPLP dorong pelestarian warisan Portugis-Asia sebagai strategi budaya global

Sekretaris Eksekutif CPLP, Zacarias Albano da Costa sampaikan pidato dalam Konferensi Komunitas Portugis-Asia edisi keempat, di CCD, Minggu (29/06/2025). Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 29 Juni 2025 (TATOLI)Sekretaris Eksekutif Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP), Zacarias Albano da Costa, menegaskan pentingnya pelestarian dan promosi warisan Portugis-Asia sebagai strategi budaya global yang menguatkan solidaritas dan kerja sama multilateral.

Hal ini disampaikan dalam Konferensi Komunitas Portugis-Asia (APCC) edisi keempat, dari tanggal 27 hingga 29 Juni 2025.

Dalam sambutannya, Albano da Costa menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Timor-Leste yang telah menjadi tuan rumah konferensi ini untuk pertama kalinya di wilayah negara anggota CPLP. Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran Timor-Leste sebagai satu-satunya negara berbahasa Portugis di Asia, yang menjadi jembatan budaya dan sejarah antara Asia dan dunia Lusofon.

“Dan kita berbagi warisan sejarah dan budaya yang sangat ditandai oleh berabad-abad hidup berdampingan, pertukaran, dan pengaruh timbal balik antara Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa, dengan bahasa Portugis sebagai mata rantai utamanya. Warisan bersama ini diakui sebagai faktor strategis untuk memperkuat hubungan antara negara-negara berbahasa Portugis, serta untuk mempromosikan keragaman budaya CPLP,” ujar Zacarias Albano da Costa, di Pusat Konvensi Dili (CCD), Minggu ini.

Berita terkait : Kalbuadi Lay: APCC jadi jembatan budaya dan diplomatik antara CPLP dan ASEAN

Konferensi yang mengusung tema ‘Bersatu dalam Keberagaman: Tantangan dan Peluang dari Warisan Berusia Seabad’ ini dihadiri perwakilan dari komunitas Luso-Asia seperti Indonesia, Malaka (Malaysia), Makau (Tiongkok), Goa (India), Myanmar, Sri Lanka, dan Thailand.

Para peserta membahas bagaimana sejarah bersama dan warisan budaya yang dipengaruhi oleh bahasa Portugis masih hidup dalam ekspresi seni, adat, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Menurut Albano da Costa, CPLP memandang keberagaman budaya bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai kekuatan yang menyatukan.

“Keberagaman tersebut mendekatkan kita karena keberagaman tersebut mendorong pembangunan budaya majemuk, yang berfungsi sebagai kekuatan pendorong kerja sama multilateral, yang pada gilirannya, mendorong pengetahuan dan rasa saling menghormati, menghargai perbedaan dan elemen-elemen yang sama, serta mengonsolidasikan dan memperkuat kohesi kita,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dengan lebih dari 275 juta penutur bahasa Portugis saat ini dan proyeksi hingga 500 juta pada akhir abad ini, terutama melalui pertumbuhan populasi di Afrika, CPLP memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan warisan linguistik dan budayanya secara global.

Dalam pidatonya, Albano da Costa juga menyinggung peran historis budaya Asia dalam membentuk identitas Portugal itu sendiri.

Ia mengutip pesan dari Perdana Menteri Portugal yang menekankan bahwa hubungan antara Portugal dan komunitas-komunitas Asia bukanlah hubungan satu arah, melainkan pertukaran timbal balik yang memperkaya kedua belah pihak.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!