iklan

EKONOMI, HEADLINE

Pameran kerajinan tangan di APCC 2025 jadi wadah promosi budaya dan produk lokal

Pameran kerajinan tangan di APCC 2025 jadi wadah promosi budaya dan produk lokal

Pameran kerajinan tangan tais dan kerajinan lainnya ditampilkan di area pameran, dalam rangka memeriahkan Konferensi Komunitas Portugis-Asia edisi keempat, yang berlangsung di Pusat Konvensi Dili, Jumat (27/06/2025). Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 28 Juni 2025 (TATOLI)Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup menyelenggarakan pameran kerajinan tangan dan festival kuliner lokal dalam rangka memeriahkan Konferensi Komunitas Portugis-Asia (APCC) edisi keempat yang berlangsung di Pusat Konvensi Dili (CCD) pada 27–29 Juni 2025.

Direktur Nasional Bidang Pembelajaran Kegiatan Produk Wisata, Maria Ernestina Lopes, selaku panitia pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif langsung dari Perdana Menteri, Xanana Gusmão sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan APCC yang tahun ini digelar di Timor-Leste sebagai tuan rumah.

“Kegiatan ini mencakup pameran kerajinan tangan, kebun kopi, serta festival gastronomi. Tujuannya adalah untuk mempromosikan kekayaan budaya dan produk lokal kita kepada masyarakat internasional yang hadir,” ujar Maria Lopes di CCD, Sabtu ini.

Berita terkait : Kalbuadi Lay: APCC jadi jembatan budaya dan diplomatik antara CPLP dan ASEAN

Sebanyak 10 stan kerajinan tangan dan 25 kafe ditampilkan di area pameran. Stan-stan ini melibatkan komunitas lokal Timor-Leste serta perwakilan dari negara-negara anggota komunitas Luso-Asia seperti Indonesia dan Malaysia.

Menurut Lopes, pameran ini bukan hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Para stakeholder dan masyarakat yang berpartisipasi bisa mendapatkan penghasilan. Seperti pada festival kopi dan kuliner, kita menjadikan produk lokal sebagai bagian dari produk wisata yang dapat dinikmati tamu internasional,” tambahnya.

Salah satu peserta pameran, Fernanda dos Santos dari Buka Rasik Lautém, mengungkapkan antusiasmenya.

“Kami sangat senang bisa ikut. Kemarin saya memperoleh $150 dari penjualan tais (Kain Tenun Timor) untuk pria dan wanita, termasuk tas kecil,” ungkapnya.

Selain produk kuliner dan kerajinan, seni lukis anak muda Timor-Leste juga mendapat tempat khusus. Berbagai lukisan hasil karya seniman muda dipamerkan sebagai bagian dari kompetisi dan promosi seni visual nasional ke tingkat internasional.

Festival gastronomi dijadwalkan akan berlangsung pada hari ketiga konferensi, sebagai puncak perayaan promosi produk lokal kepada para tamu mancanegara.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!