iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Deklarasi Dili perkuat komitmen strategis antara PALOP-TL dan Uni Eropa  

Deklarasi Dili perkuat komitmen strategis antara PALOP-TL dan Uni Eropa   

Sesi Pertemuan Tingkat Menteri ke-15 PALOP-TL dan Uni Eropa yang digelar di kantor Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama, Praia dos Coqueiros, Jumat (06/06/2025). Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 06 Juni 2025 (TATOLI)Timor-Leste menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri ke-15 antara Negara-Negara Afrika Berbahasa Portugis dan Timor-Leste (PALOP-TL) dengan Uni Eropa (UE), yang diselenggarakan di ibu kota Dili, Jumat ini.

Pertemuan ini berpuncak pada adopsi Deklarasi Dili yang menegaskan kembali komitmen bersama terhadap demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan.

Dokumen tersebut menetapkan arah strategis kerja sama ke depan, serta menyoroti pencapaian positif dari sejumlah proyek yang didanai oleh Uni Eropa.

Di antaranya adalah PRO PALOP-TL yang diakui atas kemajuan dalam transparansi anggaran dan promosi kesetaraan gender, PRO CULTURA, yang bertujuan untuk memperkuat sektor budaya dan menciptakan lapangan kerja, serta PRO JUST, yang berfokus pada penguatan sistem peradilan pidana dan pemberantasan korupsi.

Berita terkait : PM Xanana: kerja sama PALOP-TL dan Uni Eropa kunci pembangunan dan stabilitas kawasan

Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya inisiatif seperti Global Gateway dan Global Europe yang bertujuan memobilisasi investasi berkelanjutan dan menyelaraskan proyek-proyek dengan prioritas nasional maupun regional negara-negara anggota PALOP-TL.

Komitmen yang disepakati mencakup penguatan koordinasi antarlembaga, peningkatan partisipasi aktif para pemangku kepentingan lokal, percepatan implementasi proyek melalui digitalisasi, peningkatan visibilitas kemitraan, serta penguatan kerja sama Selatan-Selatan dan kerja sama segitiga, dengan penekanan khusus pada kolaborasi dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Dalam konteks tersebut, para pemimpin mengakui bahwa aksesi formal Timor-Leste ke ASEAN, yang dijadwalkan pada Oktober mendatang merupakan peluang strategis untuk memperluas sinergi regional.

Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan bahwa pertemuan teknis berikutnya akan diselenggarakan di Mozambik pada paruh pertama tahun 2026, sementara pertemuan tingkat menteri selanjutnya akan berlangsung di Brussels pada tahun 2027.

Dalam konferensi pers bersama, Menteri Luar Negeri Timor-Leste, Bendito Freitas, menekankan pentingnya hubungan segitiga dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan isu-isu kelautan.

“Hubungan ini penting untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dalam konteks global yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Mozambik, Mateus da Cecília Saize, menyampaikan bahwa “tidak ada negara yang dapat berkembang sendiri,” sambil mengapresiasi dukungan Uni Eropa terhadap proyek-proyek di bidang keadilan dan kebudayaan.

 Ia juga mengonfirmasi bahwa Maputo akan menjadi tuan rumah pertemuan teknis tahun 2026, sebagai persiapan untuk fase kerja sama berikutnya.

Duta Besar Uni Eropa untuk Cabo Verde, Carla Grijó, mengungkapkan bahwa kedua pihak telah memulai refleksi strategis mengenai masa depan kemitraan.

Menurutnya, tujuan utamanya adalah menyelaraskan program-program dengan instrumen baru Uni Eropa, seperti Global Gateway, guna memperluas dampak dan memodernisasi mekanisme kerja sama.

Sebagai penutup pertemuan, Timor-Leste secara resmi mengambil alih Kepresidenan Politik PALOP-TL dari Guinea-Bissau, dengan tanggung jawab menyampaikan Deklarasi Dili kepada perwakilan tertinggi Uni Eropa.

 Reporter          : Afonso do Rosário/Penerjemah: Cidalia Fátima

Editor                : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!