iklan

OPINI

Memperkuat resolusi konflik di FMCS UNTL demi stabilitas akademik dan kualitas pendidikan

Memperkuat resolusi konflik di FMCS UNTL demi stabilitas akademik dan kualitas pendidikan

Oleh:

Maximiano Oqui

Dalam konteks pendidikan tinggi, terutama di bidang medis, stabilitas institusi dan relasi antaraktor akademik menjadi prasyarat utama bagi terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif. Di Faculdade de Medicina e Ciências da Saúde (FMCS) – UNTL, dinamika konflik antara mahasiswa, dosen, dan manajemen fakultas tidak bisa diabaikan. Konflik yang tidak terselesaikan secara konstruktif berpotensi mengganggu proses akademik, menurunkan mutu layanan pendidikan, dan memperburuk citra institusi.

Konflik di FMCS-UNTL saat ini banyak berakar dari kurangnya komunikasi dua arah yang sehat, ketimpangan persepsi mengenai hak dan kewajiban, serta belum adanya sistem penyelesaian konflik yang terstruktur dan terpercaya. Mahasiswa sering merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada proses belajar mereka, seperti perubahan jadwal praktik, pembatasan fasilitas laboratorium, atau kebijakan evaluasi yang tidak transparan.

Sebaliknya, pihak dosen dan manajemen fakultas kerap menghadapi tekanan administratif dan akreditasi, di mana tuntutan terhadap kualitas lulusan tidak selalu diimbangi dengan sumber daya dan kapasitas organisasi yang memadai. Situasi ini menciptakan ketegangan struktural yang, jika tidak ditangani secara sistematis, akan melahirkan konflik berulang yang melemahkan semangat kolaboratif antar pihak.

Pentingnya Mekanisme Resolusi Konflik yang Terinstitusi

Konflik bukan semata-mata ancaman. Dalam perspektif ilmiah, konflik adalah bagian alami dari interaksi sosial dan organisasi. Yang menjadi masalah adalah ketika konflik dibiarkan tanpa kanal penyelesaian yang adil dan transparan. Maka dari itu, FMCS-UNTL perlu mengembangkan mekanisme resolusi konflik berbasis mediasi, partisipasi, dan restorasi.

  • Mediasi: Melibatkan pihak ketiga yang netral untuk menjembatani pihak yang bersengketa, baik dari internal universitas (misalnya Komisi Etik atau Unit Bimbingan dan Konseling), maupun eksternal (pakar pendidikan atau lembaga profesional).
  • Partisipasi: Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan perlu dilibatkan dalam merancang kebijakan akademik yang relevan. Mekanisme ini bisa berupa forum dialog berkala, perwakilan dalam senat fakultas, atau konsultasi terbuka.
  • Restorasi: Lebih dari sekadar menghukum atau menyelesaikan konflik secara legalistik, pendekatan restoratif mendorong perbaikan relasi dan pemulihan kepercayaan. Hal ini sangat relevan dalam konteks budaya Timor-Leste yang menjunjung tinggi nilai musyawarah dan rekonsiliasi.

Tantangan dan langkah strategis

Tantangan utama dalam implementasi sistem resolusi konflik adalah budaya diam (culture of silence), ketakutan terhadap balasan institusional, serta ketidaksiapan organisasi untuk mendengar kritik. Maka, FMCS-UNTL perlu mengambil langkah strategis:

  1. Membentuk Komite Resolusi Konflik Fakultas yang bersifat independen, adil, dan berorientasi pada pemulihan relasi akademik.
  2. Mengintegrasikan pelatihan komunikasi dan penyelesaian konflik dalam kurikulum mahasiswa kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta staf pengajar.
  3. Menjamin perlindungan terhadap pelapor konflik (whistleblower protection) dan membangun sistem pelaporan yang aman dan rahasia.
  4. Membuka ruang partisipatif melalui forum diskusi terbuka untuk menampung aspirasi sebelum konflik membesar.

Penutup

Sebagai lembaga yang mendidik calon tenaga medis dan ilmuwan kesehatan masa depan, FMCS-UNTL harus menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, partisipasi, empati, dan rasionalitas tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diterapkan dalam manajemen konflik institusional. Resolusi konflik yang efektif bukan sekadar penyelesaian masalah jangka pendek, melainkan investasi dalam budaya akademik yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Penulis sebagai Dosen di Universidade Nacional Timor Lorosa’e dan juga Mahasiswa Program Doktor FKM Universitas Hasanuddin Makassar

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!