DILI, 14 Mei 2025 (TATOLI)— Dewan Menteri Timor-Leste secara resmi menyetujui pencabutan Keputusan Pemerintah No. 25/2021 dan membubarkan Misi Unit untuk Manajemen Terpadu Proyek Pengembangan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (UMGIP).
Keputusan ini diajukan oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, dalam Rapat Dewan Menteri yang berlangsung di Kantor Pemerintah, Dili, rabu ini.
Pembubaran unit tersebut dilakukan karena UMGIP, yang semula dibentuk dalam lingkup perjanjian pembiayaan dengan Bank Pembangunan Asia (ADB), tidak pernah diaktifkan dan tidak menjalankan aktivitas apapun sejak dibentuk.
Keputusan ini menyusul persetujuan konsep baru proyek pengembangan bandara yang disetujui pada 07 Mei 2025 lalu, dan sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas pengelolaan proyek.
Berita terkait : Pemerintah akan luncurkan proyek pembangunan Bandara Internasional Nicolau Lobato
“Kita bongkar unit tersebut untuk menyederhanakan prosesnya. Jadi kita tidak gunakan lagi Keputusan Pemerintah, tetapi menominasikan sesuai keputusan bersama dari para Menteri yang bawahannya tergabung dalam PMU (Project Management Unit),” jelas Menteri Miguel Gonçalves kepada wartawan usai Rapat Dewan Menteri.
Selain menyampaikan soal pembubaran UMGIP, Menteri Miguel juga menginformasikan rencana peluncuran peletakan batu pertama untuk pembangunan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL) yang direncanakan bertepatan dengan Perayaan Restorasi Kemerdekaan pada 20 Mei 2025.
Namun, tanggal pelaksanaan masih dapat berubah ke 21 atau 22 Mei, tergantung hasil koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Administrasi Negara (MAE).
“Saya akan koordinasikan dan jika tidak sempat pada 20 mei ini akan kita undur ke 21 atau 22 Mei,” ucapnya.
Sebelumnya, pada 07 Mei 2025, Dewan Menteri telah menyetujui konsep terpadu pengembangan AIPNL, yang diajukan oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi. Konsep ini dirancang untuk menyatukan proyek besar yang melibatkan tiga mitra internasional, JICA (Jepang), Waskita Karya (Indonesia), dan DFAT (Australia).
Pengembangan Bandara AIPNL akan dilaksanakan oleh tiga mitra internasional seperti JICA (Japan International Cooperation Agency) yang menyediakan hibah sebesar 4,9 miliar yen atau sekitar $37,5 juta untuk pembangunan gedung terminal penumpang.
Berita terkait : Menteri Miguel: perubahan pemerintahan mempengaruhi pembangunan AIPNL
Adapun Waskita Karya akan menangani perluasan landasan pacu, dengan total anggaran sebesar $72,5 juta bersama mitranya PT Amtyhas bertanggung jawab atas manajemen proyek dengan anggaran sekitar $6,28 juta.
Serta pinjaman $45 juta dan hibah $28,36 juta dari Pemerintah Australia melalui Australian Infrastructure Financing Facility for the Pacific (AIFFP) untuk pembangunan akses jalan, area parkir, fasilitas pemeliharaan, kargo, fasilitas kesehatan, gedung pemadam kebakaran, depo BBM, pagar perimeter, dan jembatan Beto Tasi.
Selain itu, Timor-Leste juga sebelumnya menerima pinjaman $135 juta dari Asian Development Bank (ADB) untuk pekerjaan infrastruktur utama seperti pelebaran landasan pacu, taxiway, apron, sistem penerangan, menara kontrol, dan gedung administrasi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




