DILI, 12 Juni 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, menerima surat kepercayaan dari Duta Besar (Dubes) dari empat negara yaitu, Brunei Darussalam, Irlandia, Kuwait, dan Republik Dominika.
Upacara penyerahan surat kepercayaan menandai dimulainya secara resmi misi diplomatik para Duta Besar yang baru diakreditasi untuk Timor-Leste. Upacara tersebut memperkuat komitmen negara untuk mempromosikan kerja sama internasional dan membangun jembatan dengan mitra di seluruh dunia.
Acara penyerahaan surat kepercayaan tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan Republik, Dili, Jumat ini.
Duta Besar yang menyerahkan surat kepercayaan kepada Kepala Negara, yang mewakili negara mereka, adalah :
- Khairur Rizal Abd Majid, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Brunei Darussalam untuk Republik Demokratik Timor-Leste
- Sharon Ann Lennon, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Irlandia untuk Republik Demokratik Timor-Leste
- Khalid Jassim Alyassin, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Negara Kuwait untuk Republik Demokratik Timor-Leste
- Jose Julio Gomez Beato, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Dominika untuk Republik Demokratik Timor-Leste
Pada acara penyerahaan surat kepercayaan itu, Presiden Republik José Ramos-Horta menyambut para duta besar baru, dan menyatakan akreditasi para utusan terhormat ini dan menandai momen penting dalam upaya berkelanjutan negara untuk memperkuat keterlibatan Timor-Leste dengan dunia.
Menurutnya, masing-masing negara tersebut telah menunjukkan solidaritas dan kemitraan dengan Timor-Leste sebagai negara muda, baik melalui dukungan kuat untuk perjalanan ASEAN, advokasi masyarakat sipil yang telah berlangsung lama, bantuan kemanusiaan, atau aspirasi bersama sebagai negara kepulauan dan demokrasi pasca-kolonial.
“Timor-Leste berkomitmen untuk menerjemahkan hubungan diplomatik ini menjadi manfaat nyata bagi rakyat kami, tata kelola laut yang berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, diversifikasi ekonomi, dan infrastruktur yang tangguh. Saya berharap dapat bekerja sama secara erat dengan setiap duta besar untuk memajukan tujuan-tujuan ini,” kata Ramos-Horta.
Presiden Ramos-Horta percaya bahwa keempat duta besar tersebut akan meningkatkan dan memperkuat kerja sama dan persahabatan yang sudah ada antara Timor-Leste dan negara mereka.
Dilain pihak, kepada wartawan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Antonito de Araújo, mengatakan bahwa keempat duta besar tersebut terdiri dari tiga duta besar non-residen seperti Irlandia, Kuwait, dan Republik Dominika, serta satu duta besar dari Brunei Darussalam.
“Mereka semua menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Republik dan harapan mereka adalah untuk mempertahankan hubungan bilateral dengan Timor-Leste dan meningkatkan hubungan ini ke depan untuk pembangunan negara,” kata Antonito de Araújo.
Dubes Brunei Darussalam
Duta Besar Khairur Rizal Abd Majid adalah seorang diplomat karier dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Kementerian Luar Negeri Brunei. Beliau telah memegang peran penting di dalam Kementerian, serta di Perwakilan Tetap dan Komisi Tinggi Brunei. Beliau fasih berbahasa Melayu dan Inggris.
Timor-Leste dan Brunei Darussalam menjalin hubungan diplomatik pada 20 Mei 2002. Kerja sama bilateral antara Timor-Leste dan Brunei berfokus pada dukungan bersama untuk integrasi ASEAN. Brunei telah menjadi pendukung kuat aksesi Timor-Leste ke ASEAN dan persiapannya untuk Kepresidenan ASEAN pada tahun 2029.
Sebagai negara yang bergantung pada minyak, Brunei memiliki prioritas yang sama dengan Timor-Leste dalam pengelolaan sumber daya dan diversifikasi ekonomi. Perkembangan terkini mencakup Nota Kesepahaman tentang Mekanisme Konsultasi Bilateral formal yang ditandatangani pada Mei 2026, bersamaan dengan perjanjian kerja sama di bidang energi dan kesehatan.
Timor-Leste tetap berkomitmen untuk memperkuat hubungan dan mendorong kerja sama dengan meningkatkan konektivitas antara pemerintah, dunia usaha, dan antar masyarakat.
Dubes Irlandia
Duta Besar Sharon Ann Lennon adalah seorang diplomat karier dengan pengalaman 20 tahun. Beliau telah memegang peran penting di Kementerian, Kedutaan Besar, Konsulat Jenderal, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saat ini beliau menjabat sebagai Duta Besar untuk Indonesia.
Ia memegang gelar Master of Arts di bidang Politik Internasional dan Sarjana Ilmu Sosial dari University College Dublin. Ia fasih berbahasa Spanyol dan Portugis.
Timor-Leste dan Irlandia menjalin hubungan diplomatik pada 31 Januari 2003. Selama tahun 1990-an, Kampanye Solidaritas Timor Timur-Irlandia (ETISC), yang dipimpin oleh aktivis Tom Hyland, secara aktif melobi pemerintah Irlandia. Karena kedua negara adalah pulau kecil yang sangat Katolik dan telah mengalami penjajahan dan pemisahan, masyarakat sipil Irlandia sangat bersimpati dengan perjuangan Timor-Leste.
Mantan Presiden Irlandia Michael D. Higgins adalah Pelindung ETISC. Pada Maret 2003, Timor-Leste menjadi negara prioritas bagi Irish Aid. Antara tahun 2003 dan 2008, Irish Aid memberikan dukungan sebesar €20,7 juta kepada Timor-Leste. Pemerintah Irlandia turut mendanai Chega! dan Timor-Leste mendukung pencalonan Irlandia untuk kursi tidak tetap di Dewan Keamanan PBB untuk masa jabatan periode 2019–2021.
Dubes Kuwait
Duta Besar Khalid Jassim Alyassin adalah seorang diplomat karier dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. Beliau telah memegang beberapa posisi penting di Kementerian Luar Negeri Kuwait dan kedutaan besarnya di Asia dan Eropa. Beliau telah berpartisipasi dalam beberapa forum multilateral dan pertemuan internasional tingkat tinggi. Saat ini beliau menjabat sebagai Duta Besar untuk Indonesia. Beliau memegang gelar Sarjana Sains di bidang Ilmu Politik dan Sarjana Sains di bidang Jurnalistik dari Universitas Florida (1998). Beliau fasih berbahasa Arab dan Inggris, dengan sedikit kemampuan berbahasa Prancis.
Timor-Leste dan Kuwait menjalin hubungan diplomatik pada 16 Desember 2003. Hubungan bilateral Timor-Leste dan Kuwait ditandai dengan solidaritas historis dan peningkatan fokus pada pembangunan ekonomi. Pada tahun 2007, Perdana Menteri Kuwait mengunjungi Dili, di mana beberapa perjanjian tentang kerja sama teknis dan perdagangan ditandatangani.
Pada tahun yang sama, Kuwait di Timor-Leste menyumbangkan perlengkapan medis senilai US$1 juta dan menyediakan lima ambulans baru sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan. Selama masa jabatan pertama Presiden Ramos-Horta (2007-2012), Kuwait menyumbangkan 10 kendaraan BMW dan 2 kendaraan lapis baja kepada layanan protokol Kepresidenan. Presiden Ramos-Horta mengarahkan agar beberapa kendaraan tersebut dikirim ke Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC).
Presiden hanya menyimpan 2 dari kendaraan yang disumbangkan, yang tidak pernah ia gunakan secara pribadi. Pada Mei 2023, Dewan Menteri Timor-Leste menyetujui rancangan resolusi untuk membentuk Komisi Gabungan dengan Kuwait, yang bertugas mengoordinasikan kerja sama kebijakan dan pemantauan di bidang perdagangan, investasi, dan keuangan.
Dubes Republik Dominika
Duta Besar José Julio Gómez Beato adalah seorang diplomat, pengacara, dan politikus Dominika. Ia telah menjabat sebagai Duta Besar Republik Dominika untuk Republik Rakyat Tiongkok sejak tahun 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Kebijakan Luar Negeri Bilateral di MIREX (sejak Agustus 2020) dan sebagai Sekretaris Kerja Sama Internasional Partai Revolusioner Modern (PRM).
Ia memegang tiga gelar sarjana (Hukum, Hubungan Internasional, Ilmu Politik) dan tiga gelar magister (Perdagangan Internasional, Studi Internasional dan Diplomasi, Hukum Publik Internasional dan Hubungan Internasional). Ia juga mempelajari Kepemimpinan Manajemen Publik di Barna School of Management dan Universitas Georgetown, menyelesaikan beberapa diploma, dan berbicara bahasa Spanyol, Inggris, Prancis, dan Portugis.
Hubungan diplomatik antara Timor-Leste dan Republik Dominika terjalin pada 24 Oktober 2007. Pada tahun 2021, kedua negara menegaskan kembali hubungan mereka dengan menandatangani pernyataan bersama di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menggarisbawahi komitmen mereka terhadap keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan. Sebagai dua negara kepulauan dan demokrasi pascakolonial, kedua negara memiliki prioritas yang sama dalam diversifikasi ekonomi, ketahanan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam.
Draf Nota Kesepahaman tentang Mekanisme Konsultasi Politik telah disepakati dan siap untuk ditandatangani, bersamaan dengan perjanjian pembebasan visa yang telah diselesaikan. Dokumen-dokumen ini akan menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama dan hubungan bilateral antara Timor-Leste dan Republik Dominika.
Tim TATOLI




