DILI, 14 Mei 2025 (TATOLI)-– Perdana Menteri, Xanana Gusmão mendampingi Presiden Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut (ITLOS), Tomas Heidar melakukan kunjungan ke Pusat Nasional Chega! (CNC) yang berlokasi di bekas penjara Balide, Dili.
Direktur Eksekutif CNC, Hugo Maria Fernandes, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Perdana Menteri pada Februari 2025. Kunjungan tersebut terkait rencana penyelenggaraan konferensi internasional tentang hukum laut yang akan digelar di Dili.
“Perdana Menteri ingin memperkenalkan tempat bersejarah ini kepada Presiden ITLOS untuk menunjukkan keteguhan rakyat Timor-Leste dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan, terutama dalam konteks perjuangan hukum maritim melawan Australia,” ujar Hugo dalam wawancara.
Ia merasa terhormat Hakim Tomas Heidar dapat mengunjungi tempat yang sarat makna sejarah ini. “Ia menyampaikan penghormatannya kepada rakyat Timor-Leste yang telah melalui penderitaan, pelanggaran hak asasi manusia, serta tantangan besar dalam perjuangan menuju kemerdekaan,” tambah Hugo.
Berita terkait : Presiden ITLOS akan berpartisipasi dalam Konferensi Internasional tentang Hukum Laut
Kunjungan yang awalnya dijadwalkan hanya berlangsung satu jam, diperpanjang karena Perdana Menteri dan Direktur Eksekutif CNC turut memberikan penjelasan rinci mengenai sejarah dan peristiwa penting yang terjadi di lokasi tersebut.
“Penjara tua ini, yang dibangun pada tahun 1973, pernah digunakan untuk menahan tahanan politik selama periode 1975 hingga 1999. Dalam pameran yang kami selenggarakan, kami menyajikan kisah para tahanan tersebut—dari nama-nama yang tak bisa disebutkan, kondisi sel gelap, hingga pengalaman sehari-hari mereka,” jelas Hugo.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam kesempatan ini, CNC meresmikan tiga pameran museum baru yang menyoroti sejarah perjuangan kemerdekaan Timor-Leste, mulai dari intervensi PBB pada awal 1970-an hingga referendum 1999.
Selain itu, Perdana Menteri bersama Presiden ITLOS juga meresmikan pameran karya seni dari pelajar Escola Portuguesa de Díli (EPD), yang menampilkan lukisan-lukisan bertema perjuangan dan perdamaian. Karya-karya tersebut merupakan hasil kunjungan mereka ke CNC pada Desember 2024.
Di tempat yang sama, Presiden ITLOS, Tomas Heidar, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan mengunjungi CNC.
“Dari penjelasan Perdana Menteri, saya merasakan betapa kuatnya ikatan emosional dan semangat rakyat Timor-Leste dalam menghadapi masa lalu mereka. Sejarah yang disampaikan di sini sangat relevan, karena ini bukan sekadar sejarah berabad-abad lalu seperti yang biasa kami temui di Eropa, melainkan sejarah yang masih hidup dan membentuk identitas bangsa ini,” ungkap Tomas.
Ia menambahkan bahwa perjuangan rakyat Timor-Leste adalah contoh nyata keteguhan dan keberanian dalam meraih kemerdekaan.
“Melalui kisah ini, kita belajar untuk semakin menghargai arti kemerdekaan dan peran rakyat dalam memperjuangkannya,” tutupnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




