DILI, 03 Mei 2025 (TATOLI)— Tahun ini, Timor-Leste menempati urutan ke-39 Indeks Kebebasan Pers (IKP) Dunia 2025 dengan poin 71,79 berdasarkan laporan dari Reporters Without Bordes (RSF). Menanggapi laporan tersebut, Presiden Republik, Jose Ramos Horta, menanggapi bahwa selama ini tidak ada masalah dalam kebebasan pers di Timor-Leste meskipun negara ini menempati urutan ke-39 berdasarkan laporan tersebut.
Hal tersebut dikatakan Presiden Horta usai menghadiri acara “District 9560 Rotary Impact Seminar” di Timor Plaza, sabtu ini, saat ditanya wartawan soal Indeks Kebebasan Pers Dunia 2025, dimana Timor-Leste menempati urutan ke -39 dari 180 negara.
“Timor-Leste tetap melanjutkan dengan total kebebasan pers, tidak ada masalah dengan kebebasan pers di Timor-Leste, tidak ada campur tangan dari Pemerintah. Selama 20 tahun lebih saya tidak pernah mendengar adanya wartawan dan beberapa media di tutup karena campur tangan Pemerintah, ataupun adanya wartawan yang masuk penjara. Saya tidak pernah mendengarnya,” kata Presiden Horta menjawab wartawan.
Menurut Kepala Negara, selama 20 tahun lebih wartawan dan media di Timor-Leste tidak mendapatkan masalah dan campur tangan dari Pemerintah.
“Saya tidak tahu itu karena apa, namun kalian sebagai wartawan di dalam negeri yang lebih mengetahui, karena ini kebebasan kalian. Tetapi menurut observasi saya tidak ada masalah mengenai kebebasan pers, kemungkinan ada seseorang yang memberikan informasi yang tidak memihak kepada organisasi yang ada di Brussel, namun saya tidak melihat hal tersebut sehingga saya tidak tahu,” ujarnya.
Kepala Negara menegaskan bahwa Timor-Leste sebagai negara demokrasi dan tidak membatasi kebebasan pers di Timor-Leste.
“Pemerintah Timor-Leste sebagai negara demokrasi seperti negara lainnya di dunia,” tegasnya.
Menurut Kepala Negara, wartawan Timor-Leste lebih mendapatkan kebebasan Pers dibandingkan dengan negara lain seperti Gaza, Israel, Myamar dan negara lainnya, dimana banyak wartawan yang meninggal dunia saat meliput berita.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




