DILI, 24 April 2025 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos Horta, menyoroti perjalanan perdamaian dan rekonsiliasi Timor-Leste yang luar biasa, dalam kuliah umum di Institut Kementerian Luar Negeri Bulgaria.
Kepala Negara sampaikan kuliah umum di hahadapan para duta besar dan diplomat.
Presiden Horta menggarisbawahi pencapaian Timor-Leste selama 23 tahun dalam mempertahankan demokrasi tanpa kekerasan etnis atau agama, mencatat kemajuan signifikan sejak kemerdekaan pada tahun 2002, termasuk pertumbuhan dari hanya 20 dokter menjadi 1.000 lebih dokter, perluasan akses listrik ke seluruh negeri, dan peningkatan dari satu universitas menjadi lebih dari sepuluh.
Berita terkait : Presiden Horta dipastikan hadiri pemakaman Paus Fransiskus
Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti komitmen Timor-Leste terhadap rekonsiliasi daripada dendam, khususnya hubungan dengan Indonesia, yang menurut para diplomat Eropa mengejutkan dan mengagumkan, mengingat konflik regional yang sedang berlangsung seperti Ukraina dan Rusia.
Presiden menekankan bahwa upaya rekonsiliasi nasional, terutama dengan Indonesia telah menjadi instrumen penting dalam menjamin perdamaian di seluruh negeri.
Selama presentasinya, Kepala Negara juga membahas tantangan masalah internasional yang lebih luas termasuk konflik di Gaza.
Presiden Horta menyatakan kepuasan bahwa meskipun Timor-Leste adalah negara kecil dan masih dalam proses pembangunan, contoh positifnya bergema di negara-negara Eropa, yang berujung pada rencana kerja sama bilateral dengan Bulgaria untuk membangun masa depan bersama.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




