iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Kardinal Virgílio siap hadiri pemakaman Paus Fransiskus dan konklaf pemilihan Paus baru

Kardinal Virgílio siap hadiri pemakaman Paus Fransiskus dan konklaf pemilihan Paus baru

Uskup Agung Metropolitan Dili, Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, berbincang dengan Menteri Solidaritas Sosial dan Inklusif, Verónica das Dores, di ruang VIP Airport Internasional Presiden Nicolau Lobato, Selasa (22/04/2025). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 22 April 2025 (TATOLI) Uskup Agung Dili, Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, pada siang hari ini, berangkat menuju Vatikan untuk menghadiri upacara pemakaman Paus Fransiskus serta ambil bagian dalam konklaf pemilihan Paus baru.

Kardinal Virgílio berangkat dengan menggunakan maskapai Citylink dari Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro.

Keberangkatan ini merupakan bagian dari tugas resmi beliau sebagai anggota Kolegium Kardinal, yang memiliki hak suara dalam pemilihan Paus pengganti.

“Jadi hari ini, saya pergi ke Roma untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman Yang Mulia, Paus Fransiskus. Saya memajukan perjalanan saya hari ini karena saya telah menerima surat dari Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan para Kardinal, telah memanggil para Kardinal untuk mengadakan pertemuan,” ungkap Uskup Agung di Bandara, Selasa ini.

Ia jelaskan pertemuan persiapan ini adalah untuk konklaf, dan akan berlangsung pada hari Selasa, pukul 09:00 pagi waktu Italia, tetapi karena jarak yang jauh, Kardinal dari Timor-Leste dijadwalkan akan tiba di Vatikan pada rabu sore.

“Jadi, pertemuan para Kardinal akan dimulai hari ini untuk para Kardinal yang tinggal di Italia, juga beberapa bagian dunia, di Eropa. Sayangnya, Timor agak jauh dari Italia, jadi saya akan tiba agak terlambat. Sepertinya saya akan tiba di Roma pada Rabu sore dan mungkin pada hari Kamis saya dapat berpartisipasi dalam pertemuan para kardinal itu,” jelasnya.

Setelah prosesi pemakaman, para Kardinal akan segera memasuki konklaf, sebuah proses tertutup yang diselenggarakan di Kapel Sistina untuk memilih Paus baru.

Berita terkait : Kardinal Kevin Farrell akan pimpin upacara pemakaman Paus Fransiskus

Konklaf ini akan berlangsung sampai tercapainya suara mayoritas yang dibutuhkan guna memilih Uskup Roma yang baru, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia.

Keikutsertaan Kardinal Virgílio dalam konklaf ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi Gereja di Timor-Leste, tetapi juga bagi kawasan Asia Tenggara, mengingat peran strategis dan spiritual yang diembannya sebagai Kardinal pertama asal Timor-Leste sejak diangkat oleh Paus Fransiskus pada 27 Agustus 2022.

Ia jelaskan pertemuan Kardinal itu merupakan pertemuan pertamanya, tetapi ada caranya sendiri untuk memilih kembali seseorang untuk menggantikan Paus, yang waktu atau prosesnya dapat berlangsung cepat dan lama.

“Itulah sebabnya saya menggunakan istilah Kebijasakaan Spiritual, yaitu dengan cara atau prosesnya sendiri seperti berdoa, retret, mengajukan calon, memilih dan akhirnya kita bisa mendapatkan Paus baru, tetapi untuk mengatakan secara pasti bagaimana prosesnya saya tidak tahu,” jelasnya.

Konklaf, yang berarti “dengan kunci” dalam bahasa Latin (cum clave), adalah tradisi kuno Gereja Katolik di mana para Kardinal berkumpul di Kapel Sistina, Vatikan, dalam suasana penuh keheningan dan keterasingan dari dunia luar. Proses ini menjaga kekhusyukan dan kerahasiaan pemilihan, yang diyakini berlangsung di bawah bimbingan Roh Kudus.

Peserta konklaf terbatas hanya pada Kardinal berusia di bawah 80 tahun, yang disebut Kardinal elektor. Diperkirakan sekitar 120 Kardinal dari berbagai negara akan ambil bagian dalam pemilihan kali ini. Mereka akan memulai proses dengan mengikuti Misa “Pro Eligendo Pontifice”, sebuah misa khusus memohon tuntunan ilahi.

Setelah misa, para Kardinal memasuki Kapel Sistina dan disumpah untuk menjaga kerahasiaan seluruh proses. Pemungutan suara dilakukan secara tertulis dan dapat berlangsung hingga empat kali sehari. Untuk dapat terpilih, seorang kandidat harus memperoleh dua pertiga suara dari total pemilih.

Setelah setiap putaran, surat suara dibakar—asap hitam menandakan belum ada Paus terpilih, sementara asap putih menjadi tanda bahwa seorang Paus baru telah ditetapkan.

Kardinal terpilih akan ditanya apakah ia menerima pemilihan tersebut. Jika menerima, ia akan memilih nama kepausannya dan segera diperkenalkan kepada dunia melalui balkon Basilika Santo Petrus dengan pengumuman terkenal: “Habemus Papam” (Kita memiliki Paus!).

Konklaf ini bukan sekadar proses administratif, melainkan momen yang sarat makna rohani, menandai kelanjutan kepemimpinan Gereja Katolik dalam semangat kesatuan dan iman.

Reporter      : Cidalia Fátima

Editor           : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!