iklan

KESEHATAN, HEADLINE

UNFPA : Penurunan angka kematian ibu di Timor-Leste dapat dicegah

UNFPA : Penurunan angka kematian ibu di Timor-Leste dapat dicegah

UNFPA bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan menggelar pelatihan tentang program Surveilans dan Respons Kematian Ibu dan Perinatal, yang digelar di Hotel do Novo Turismo di Dili. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 21 oktober 2024 (TATOLI) – Perwakilan UNFPA di Timor – Leste, Bruce Campbell dalam pelatihan tentang program Surveilans dan Respons Kematian Ibu dan Perinatal, menyoroti masalah angkat kematian ibu di Timor-Leste. Menurutnya, penurunan angka kematian ibu dapat dicegah.

“Kematian ibu dapat dicegah. Memberantas hal tersebut, bukan hanya sekedar aspirasi, tetapi merupakan salah satu dari tiga hasil transformatif UNFPA (Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa), bersama dengan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, termasuk mengakhiri kebutuhan yang tidak terpenuhi akan keluarga berencana dan memberantas kekerasan berbasis gender,” kata Bruce Campbell saat  berbicara didalam pelatihan program Surveilans yang digelar di Hotel do Novo Turismo di Dili.

Dikatakan, pelatihan ini merupakan inisiatif yang  diselenggarakan  UNFPA, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, dan ditujukan untuk 20 profesional kesehatan. Pelatihan ini, pada akhirnya bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu yang, menurut pengetahuan ilmiah dan teknologi saat ini, dapat dicegah dengan sempurna.

“Program ini merupakan upaya kolektif dan kemitraan dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem kesehatan di negara ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak tahun 2014, kolaborasi ini telah diperluas ke seluruh kotamadya, berkat dukungan dari Kementerian Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF). Karena, para mitra tersebut telah mengintegrasikan komponen perinatal yang sangat penting ke dalam sistem program yang sangat penting ini.

Dikatakan, program ini sangat penting untuk mengurangi angka kematian ibu, dan memungkinkan informasi penting yang dikumpulkan untuk ditindaklanjuti, serta mendorong identifikasi rutin, pemberitahuan tepat waktu, dan tinjauan menyeluruh terhadap kematian ibu untuk menghindari tragedi di masa depan.

“Tujuan terdekat UNFPA adalah melatih para profesional kesehatan untuk membentuk kelompok pelatih guna mempersiapkan mereka untuk mendukung para profesional lainnya di rumah sakit rujukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Departemen Kesehatan Ibu dan Anak, Lúcia Lay, mengatakan bahwa angka kematian ibu di Timor-Leste telah menurun dari tahun ke tahun, dan menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan 2016, diperkirakan ada 195 kematian per 100.000 kelahiran hidup, yang masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Pelatihan tentang program Surveilans dan Respons Kematian Ibu dan Perinatal berlangsung selama seminggu mulai 21 – 26 oktober 2024.

Reporter :  Domingos Piedade (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor     ː Isaura Lemos de Deus

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!