iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Hipólito Branco raih penghargaan dalam Kontes Pidato Bahasa Korea  

Hipólito Branco raih penghargaan dalam Kontes Pidato Bahasa Korea  

Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Korea Selatan di Timor- Leste, Sungheui Park menyerahkan penghargaan kepada Hipolito Saldanha Vieira Branco. Foto Tatoli/Afonso do Rosario.

DILI, 21 oktober 2024 (TATOLI) – Hipolito Saldanha Vieira Branco, warga negara Timor-Leste, dan seorang guru bahasa Korea dari KLKE (Kursus Bahasa Korea Khusus), meraih penghargaan dalam Kompetisi Kontes Pidato Bahasa Korea atau “K-Speech 2024” di Laos.

Hipolito Saldanha Vieira Branco, sendiri merupakan alumni Sekolah Menengah Kejuruan Teknik di Becora, pada  tahun 2017. Saat dibanku  Sekolah Menengah, dia telah tertarik pada pada bahasa Korea. Dari ketertarikannya, ia pun menjadi pelatih bahasa Korea di Pusat Pelatihan Bahasa Korea di Kuluhun, Dili, hingga menjadi penerjemah di agensi Korea Selatan, Global Inner Peace.

Karier Hipólito Branco yang berusia 23 tahun telah membawanya memenangkan berbagai penghargaan mewakili Timor-Leste, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Kontes Pidato Bahasa Korea 2024.

Penghargaan tersebut, dikenal sebagai Penghargaan Perdana Menteri Korea Selatan (South Korea Prime Minister’s Award). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh  Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Korea Selatan di Timor- Leste, Sungheui Park kepada Hipolito Saldanha Vieira Branco.

Penghargaan diserahkan disaksikan juga  mantan Duta Besar Timor-Leste  untuk Korea Selatan, Gregório Sousa, anggota keluarga dan teman-teman Hipólito Branco. Penghargaan diserahkan dalam sebuah acara yang diadakan di aula Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama, Pantai Kelapa, Dili.

Saat ditanya Tatoli,  Hipólito Branco pun mengisahkan  tentang pengalaman pribadinya dalam berkomunikasi bahasa Korea sebagai guru dan penerjemah.

“Antara tahun 2017 hingga 2019, saya mulai belajar bahasa Korea di Sekolah Menengah Kejuruan Teknik dan di pusat pelatihan Bahasa. Keduanya di Becora. Setelah menyelesaikan studi sekolah menengah pada tahun 2020, saya mulai mengajar bahasa Korea di Pusat Pelatihan Bahasa Korea di Kuluhun, Dili dan menjadi penerjemah di Global Inner Peace,” kata Hipólito Branco.

Pemenang Penghargaan Perdana Menteri Korea Selatan itu, menekankan bahwa masih belum ada jurusan di lembaga pendidikan tinggi negeri maupun swasta di negara ini yang mengajarkan bahasa Korea. Dia tidak menyembunyikan rasa puasnya atas investasi dalam bahasa Korea dan penghargaan yang diterimanya. “Saya merasa bangga bisa mewakili Timor- Leste dan memenangkan penghargaan ini,” katanya.

“Saya suka belajar bahasa baru, terutama bahasa Korea. Karena cara orang Korea mengajari saya sangat menarik. Saya juga suka belajar bahasa yang belum dikuasai orang lain, karena itu memudahkan saya untuk mendapatkan pekerjaan dengan orang Korea dibandingkan dengan bahasa lain yang saya pelajari,” katanya.

Sementara, Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Korea Selatan di Timor- Leste, Sungheui Park mengatakan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk mendorong pembelajaran dan penyebaran bahasa dan budaya Korea di seluruh dunia.

“Saya berharap partisipasi dan keberhasilan Hipólito akan memotivasi generasi muda Timor-Leste lainnya yang tertarik untuk mempelajari bahasa Korea. Keberhasilan Hipólito akan menjadi sumber untuk memperkuat ikatan persahabatan antara Korea Selatan dan Timor-Leste,” paparnya.

Sebelumnya, Penghargaan Perdana Menteri Korea Selatan (South Korea Prime Minister’s Award), telah dimenangkan oleh  Ofélia Sampaio, 26 tahun, warga negara Timor-Leste.

Ofélia Sampaio memenangkan penghargaan pada edisi sebelumnya pada Kontes Pidato Bahasa Korea pada tahun 2023.

Kontes Pidato Bahasa Korea diadakan setiap tahun dengan tujuan, untuk mempromosikan bahasa Korea. Ini adalah keempat kalinya Timor-Leste ikut serta dalam kompetisi ini.

Reporter : Afonso do Rosário (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor      : Isaura Lemos de Deus

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!