iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Terima Award Lusofonia, Xanana : Penghargaan ini wakili perjuangan rakyat TL

Terima Award Lusofonia, Xanana : Penghargaan ini wakili perjuangan rakyat TL

Sekretaris Eksekutif CPLP, Zacarias Albano da Costa menyerahkan Penghargaan Career Award Lusofonia kepada Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmao, di Preto e Prata, Casino Estoril, Lisbon, Portugal, sabtu (12/10/2024). Foto GPM

DILI, 12 oktober 2024 (TATOLI)— Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmao, bersama dengan 14 tokoh lainnya, menerima penghargaan Career Award Lusofonia (Prémios da Lusofonia) edisi ke-VIII  tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Komunitas Negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP)  dan Kamar Dagang Kota Casecais.

Penghargaan Career Award Lusofonia tersebut diserahkan langsung kepada Sekretaris Eksekutif CPLP, Zacarias Albano da Costa dan Mentor Lusofonia, Isabel Leitão.  Penyerahan penghargaan sendiri diadakan di Preto e Prata, Casino Estoril, Lisbon, Portugal, sabtu (12/10/2024).

Saat menerima penghargaan, Perdana Menteri Xanana Gusmao mengungkapkan perasaan  dengan mengatakan,  bahwa penghargaan yang sah ini adalah rakyat Timor Leste! Karena rakyat Timor-Leste telah memperjuangkan keutuhan negara, dan mereka menawarkan pembebasan rakyat dan wilayah mereka.

PM Xanana menyatakan bahwa perannya adalah memimpin perjuangan untuk kebebasan dan kemerdekaan, tetapi rakyatlah yang harus memimpin.

Berita terkait : Hari ini PM Xanana dijadwalkan terima penghargaan Lusofonia di Portugal

Foto GPM

“Seorang orang, mulai dari para kaum perempuan, laki-laki,  generasi baru, dan anak-anak bangsa menginspirasi saya. Mereka memberi saya kekuatan dan harapan, dan mereka tidak pernah membiarkan saya menyerah pada saat-saat sulit dalam perjalanan saya, mereka membuat saya menjadi orang yang terhormat hari ini,” kata Xanana Gusmao.

Apa yang terjadi di era kemerdekaan juga terjadi dalam 22 tahun terakhir pada saat negara ini berkembang dari sebuah negeri yang hancur. Namun, tanpa ketahanan dan keberanian rakyat Timor-Leste, lanjut Xanana, Timor- Leste tidak akan pernah menjadi negara yang berbahasa Portugis yang membanggakan, demokratis, dinamis dan damai dalam proses perjalanan menuju kemajuan.

“Bahasa Portugis dan konsep bahasa Lusophone memiliki dimensi mimpi dan impian terbesar yang tidak akan pernah selesai, seperti yang ada di dalam mimpi ini, saya percaya!,” kata Xanana.

PM Xanana mengungkapkan, mimpi Lusofonia ini, adalah sebuah hubungan yang mendalam melalui pertemuan semua orang dalam bahasa dan budaya, serta mimpi kebebasan masyarakat Timor-Leste, bersama-sama mengubah mimpi tersebut menjadi kenyataan.

“Nilai-nilai persahabatan dan pembelaan terhadap ketidakadilan yang dipertanyakan oleh dunia, terutama di negara-negara berbahasa Portugis, telah membantu perjalanan Timor-Leste. Nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Timor-Leste saat ini adalah nilai yang akan terus berkembang untuk generasi-generasi berikutnya. Nilai-nilai yang belum diterapkan dan telah dilupakan di dunia inilah yang harus diperjuangkan untuk terus dipertahankan,” ungkap PM Xanana.

Oleh karena itu, katanya  harus menggunakan bahasa Portugis sebagai identitas bersama untuk berbagi pesan perdamaian dan menarik perhatian ke seluruh dunia.

Foto GPM

Ia meminta untuk manfaatkan kesempatan ketika Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa berkewarganegaraan Portugis dan saat ini menjadi warga negara Timor-Leste, memimpin komunitas internasional yang menghadapi ketidakpastian, tantangan, dan penuh ancaman, nilai-nilai Lusofonia menjadi penting saat ini.

Xanana berharap bahwa warisan fundamental yang ditinggalkan oleh masyarakat yaitu, tentang budaya, nilai-nilai, bahasa, dan kepercayaan  akan membuat semua orang berkumpul untuk tujuan yang adil.

Mengambil keuntungan dari kesempatan ini, Xanana juga mengumumkan bahwa pada juni 2025, Timor-Leste akan menjadi tuan rumah edisi ke-IV Konferensi tentang Komunitas Luso Asia.

“Hal ini bukan hanya karena Timor-Leste adalah satu-satunya negara anggota CPLP yang terletak di bagian Timur, tetapi juga karena kami menganggap penting untuk menghargai komunitas Luso-Asia,” katanya.

Turut mendampingi PM Xanana dalam acara penerimaan penghargaan tersebut adalah, Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay, Menteri Luar Negeri dan Kerjsamasama, Bendito dos Santos Freitas, Menteri Luar Negeri, Francisco da Costa Guterres.

Dan juga, Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares, Menteri Kehakiman, Sérgio de Jesus Fernandes da Costa Hornai, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, José Honório da Costa Pereira Jerónimo, Sekretaris Negara Urusan Komunikasi, Expedito Dias Ximenes, Ketua Kamar Dagang Industri Timor – Leste (CCI-TL), Jorge Serrano, Duta Besar Timor-Leste di Portugal, Isabel Guterres, Duta Besar Timor-Leste di  CPLP, Laura Abrantes, dan para pelajar Timor-Leste yang saat ini  mengenyam studi di  Portugal. 

Reporter    : Natalino Belo (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor          : Evaristo Soares Martins

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!