iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Pemerintah setujui rencana nasional kurangi stunting hingga 25% pada 2030

Pemerintah setujui rencana nasional kurangi stunting hingga 25% pada 2030

Foto google

DILI, 10 oktober 2024 (TATOLI)—Pemerintah melalui rapat Dewan Menteri menyetujui proyek Resolusi Pemerintah tentang Rencana Multisektoral Nasional Tahunan Pemberantasan Stunting untuk periode 2024 hingga 2030.

Resolusi tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino, dan Direktur Eksekutif Unit Misi Pemberantasan Stunting, Joel Maria Pereira dalam rapat Dewan menteri di kantor pemerintah, kamis ini.

Berita terkait : Cegah Stunting, Pemerintah bahas rencana Aksi Nasional Nutrisi Multisektoral

Rencana Tahunan Multisektoral Nasional untuk Memerangi ‘stunting’ untuk periode 2024 hingga 2030 mempunyai tujuan utama untuk memberikan kerangka kerja bagi tindakan yang terkoordinasi dan multisektoral untuk memerangi ‘stunting’.

“Di antara tujuan utamanya, kami menyoroti peningkatan angka pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif, perbaikan pola makan anak-anak, dan pengurangan angka ‘stunting’ dari 47% hingga  25% pada tahun 2030,” tulis hasil  rapat Dewan Menteri yang diakses Tatoli.

Rencana tersebut juga bertujuan untuk mengurangi angka stunting, anemia pada anak dan wanita usia subur, serta meningkatkan koordinasi program gizi dan mendorong perubahan perilaku sosial untuk meningkatkan kesehatan gizi.

Implementasi rencana tersebut akan dipimpin oleh Unit Misi Stunting, bekerja sama dengan berbagai kementerian dan mitra pembangunan.

Berita terkait : UNMICS : Lawan penurunan angka Stunting perlu anggaran dua kali lipat

Proses ini akan terus dipantau untuk memastikan efektivitasnya, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan berketahanan yang mendorong peningkatan gizi dan kesejahteraan penduduk Timor-Leste. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!