iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Hari Penglihatan Sedunia, WHO serukan pentingnya kesehatan mata dan cegah kebutaan

Hari Penglihatan Sedunia, WHO serukan pentingnya kesehatan mata dan cegah kebutaan

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste, Arvind Mathur berbicara dalam perayaan Hari Penglihatan Sedunia digelar di Palacio Nobre Lahane, Dili, kamis (10/10/2024). Foto WHO

DILI, 10 oktober 2024 (TATOLI) – Masalah penglihatan pada anak-anak bukan lagi hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial dan orang tua. Jadi, penting  akan perlunya fokus pada kesehatan mata dan pencegahan kebutaan.

Demikian hal itu diutarakan Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Timor-Leste, Arvind Mathur dalam perayaan Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati setiap tahun pada hari kamis kedua di bulan oktober, yang mana untuk tahun ini jatuh pada tanggal 10 oktober 2024.

“Masalah penglihatan pada anak-anak bukan lagi hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial dan orang tua. Jadi, mengenai masalah penglihatan yang dihadapi anak-anak di Timor-Leste, elain gangguan penglihatan yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati, ada juga penolakan untuk memakai kacamata di kalangan generasi muda, terutama kaum laki-laki,” kata Arvind Mathur dalam perayaan yang digelar di Palacio Nobre Lahane, Dili, kamis (10/10/2024). 

Arvind Mathur menunjukkan bahwa gangguan penglihatan dini dapat menghambat kemampuan motorik, bahasa, dan perkembangan kognitif anak-anak. Baginya, Hari Penglihatan Sedunia juga merupakan kesempatan untuk menghilangkan mitos dan mengurangi stigma seputar penggunaan kacamata atau tindakan korektif lainnya.

“Hari Penglihatan Sedunia merupakan pengingat penting akan perlunya fokus pada kesehatan mata dan pencegahan kebutaan. Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa 80 persen gangguan penglihatan di seluruh dunia dapat dicegah, tetapi banyak orang yang terus hidup dengan konsekuensinya,” ujar Arvind Mathur.

Menurutnya, Rencana Strategis Nasional untuk Sektor Kesehatan 2011-2030 dan pusat-pusat perawatan mata yang menjangkau masyarakat yang didirikan bahkan selama pandemi adalah contoh nyata dari komitmen ini.

Dia mengingatkan bahwa pemerintah dalam kemitraan dengan anggota regional lainnya, juga telah menyetujui Rencana Aksi Regional WHO untuk Perawatan Mata Terpadu dan Berpusat pada Masyarakat.

“Terkait dengan upaya tambahan, kita harus mempercepat upaya kita untuk mencapai peningkatan cakupan kelainan refraksi sebesar 40 persen dan peningkatan cakupan operasi katarak sebesar 30 persen pada tahun 2030,” tegasnya.

Arvind Mathur juga menunjukkan bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi paparan terhadap layar dan menghabiskan waktu di luar ruangan dapat melindungi anak-anak dari miopia. Ini berarti, kata Arvind Mathur, bahwa saat ini orang tua, tenaga kesehatan, dan guru pun memiliki peran penting dalam melindungi penglihatan mata anak-anak.

Seperti dilansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2024 mengusung tema “Children, love your eyes”. Pada tanggal 10 Oktober 2024, WHO/Eropa memberikan perhatian khusus pada kesehatan mata anak-anak.

Melalui tema Hari Penglihatan Sedunia 2024 ini juga merupakan kesempatan untuk menghilangkan mitos tentang penglihatan dan bergerak menuju dunia di mana semua anak terbebas dari stigma sosial yang terkait dengan penggunaan kacamata atau intervensi korektif lainnya untuk mata dan penglihatan anak.

Reporter : Domingos Freitas (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor    : Isaura Lemos de Deus

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!