iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

ANP – ENI – SEAK luncurkan proyek Perpustakaan Nasional

ANP – ENI – SEAK luncurkan proyek Perpustakaan Nasional

Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) bersama ENI Timor-Leste dan Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK) meluncurkan Proyek Perpustakaan Nasional. Foto ANP

DILI, 08 oktober 2024 (TATOLI) — Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) bersama Perusahaan ENI Timor-Leste dan Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK) meluncurkan Proyek Perpustakaan Nasional.

Peluncuran tersebut dilakukan pada 07 0ktober 2024 di kantor ANP di City 8,. Peluncuran itu  menandai langkah penting dalam mempromosikan pendidikan dan literasi di dalam masyarakat. Didirikan berdasarkan Undang-Undang Dekrit No. 62/2023, dimana ANP memainkan peran penting dalam mengelola dan mengatur kegiatan perminyakan di Timor-Leste.

Dalam siaran pers yang diakses Tatol, Institusi ini didedikasikan untuk memastikan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan sekarang memperluas fokusnya untuk mencakup proyek-proyek masyarakat yang penting seperti Perpustakaan Nasional.

Berita terkait : Pemerintah komitmen lanjutkan konstruksi Perpustakaan Nasional

“Proyek Perpustakaan Nasional di Kitan (JPDA 06-105), yang didanai oleh ENI Timor-Leste dan Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretaris Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK), bertujuan untuk meningkatkan Kompleks Perpustakaan Nasional di Hudi Laran, Dili,” ungkap siaran pers dari ANP itu.

Dikelola oleh ANP, proyek tersebut mencakup desain teknik, konstruksi, dan penataan yang komprehensif, yang pada akhirnya menyediakan akses gratis bagi masyarakat terhadap berbagai informasi melalui buku dan media digital.

Diharapkan nantinya perpustakaan ini akan berfungsi sebagai landasan bagi pendidikan dan keterlibatan budaya, bertindak sebagai pusat bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.

“Misinya adalah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan pembelajaran seumur hidup dengan menyediakan berbagai macam sumber daya dan program yang disesuaikan dengan berbagai minat dan kelompok usia,” tulisnya.

Program dan lokakarya khusus akan diselenggarakan untuk memastikan bahwa perpustakaan melibatkan masyarakat secara efektif, memungkinkan adanya umpan balik dan keterlibatan yang mencerminkan berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat. ANP, SEAK, dan ENI yang berkomitmen untuk menjadikan akses terhadap informasi sebagai hak dasar, bekerja menuju masa depan di mana setiap orang dapat memperluas wawasan mereka.

Sebelumnya,  anggaran pembangunan perpustakaan nasional diberikan oleh perusahaan internasional ENI dari Italia sebesar $10 juta kepada Otoritas Nasional Perminyakan dan Mineral (ANPM) pada tahun 2020 untuk membangun Perpustakaan Nasional.

Berita terkait : Perusahaan ENI bantu dana $10 juta  kontruksi perpustakan nasional  

Selain itu, sebelumnya Pemerintahan Konstitusional ke-VIII melalui SEAK (Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya) juga menginvestasikan $625.000 untuk pembangunan tembok pembatas perpustakaan nasional.

Dengan dibangunnya tembok pembatas pada tahun 2021, SEAK dan ANPM membuka tender kepada perusahaan yang berminat dan tender tersebut dimenangkan oleh Shanghai Construction dari China, namun perusahaan tersebut mundur dan tidak melanjutkan pembangunan perpustakaan nasional pada tahun 2021.

Sehingga pada tahun 2022, SEAK bersama ANPM kembali membuka tender kedua dan dimenangkan oleh perusahaan dari Indonesia, namun pihak perusahaan juga tidak melanjutkan pembangunan karena alasan teknis, sehingga pembangunan terhenti hingga sekarang.

Perpustakaan nasional akan didirikan di Hudi-laran, pos administratif Dom Aleixo, kotamadya Dili dan peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2017.

Perpustakaan Nasional akan dibangun di atas lahan seluas empat hektar di Hudi-laran, Pos Administratif Dom Aleixo, kotamadya Dili, Timor – Leste. Peletakan batu pertama telah dilakukan pada 16 agustus 2017 dan peletakan batu pertama untuk kontruksi pembangunan tembok pembatas  pada juli 2022.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!