DILI, 19 juli 2024 (TATOLI)— Direktur Pengadaan Institut Nasional Farmasi dan Produk Medis (INFPM), Mariano da Silva Marques, mengungkapkan pihaknya menerima lagi 16 item obat dari Global Fund dan Perusahaan Salmetilis yang di impor dari Indonesia.
Dikatakan, obat-obat tersebut berada dalam dua kontainer dengan ukuran 20 feet, satu kontainer diantaranya telah di bongkar pada rabu kemarin dan satu kontainer lagi dibongkar hari ini.
“Hari ini kita membongkar lagi 11 item obat dan rabu kemarin tujuh item obat, produk medis tersebut dari Global Fund dan Perusahaan Salmetilis yang mengimpornya dari Indonesia,” kata Direktur INFPM pada Tatoli di kantornya, INFPM Kampung Alor Dili, jumat ini.
Berita terkait : Lagi, 12 item obat impor diserahkan kepada INFPM
Dikatakan, 16 item obat tersebut akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu oleh tim Penerimaan dan Pemeriksaan (R&I) sebelum di simpan di Gudang INFPM untuk di distribusi ke setiap Pusat Kesehatan di wilayah nasional dalam memberikan pelayanan pada pasien.
Produk medis yang berjumlah 16 item obat tersebut berupa :
- Aspirin (Acetylsalisilic Acid) 100mg
- Multivitamin (RecovitSyrup) 100ml
- Isoniazid 300mg uncoated tablets, pack of 672 blister (s)
- Pyrazinamide 400mg uncoated tablets, pack of 672, Blister
- Pyridoxine hydrochloride 50mg fil coated tablets, ,packs of 50, Blister
- Rifampicin 150mg/isoniazid 75 mg fil coated tablets, pack of 672, blister
- Rifampicin 75 mg/ isoniazid 50 mg/ pyrazinamide 150 mg dispersible tablets pacj of 84, blister
- Quick Diff 1
- Quick Diff 2
- Giemsa Stain
- Methyl Alcohol
- Ziehl-Neeson Carbol Fuscin
- Ziehl-Neeson Methylene Blue
- Ziehl-Neeson Acid/Alcohol
- Wright’s Stain
- Methanol 99,9%
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




