iklan

HEADLINE, KEAMANAN

Jelang kunjungan Paus, F-FDTL dan PNTL resmikan operasi gabungan “Pombu Mutin”

Jelang kunjungan Paus, F-FDTL dan PNTL resmikan operasi gabungan “Pombu Mutin”

F-FDTL dan secara resmi memformalisasikan perjanjian operasi gabungan ‘Pombu Mutin’ atau Merpati Putih, untuk menjamin keamanan selama kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada 09 - 11 september 2024. Foto Tatoli

DILI, 17 juli 2024 (TATOLI)—Pasukan Pertahanan Bersenjata Republik Demokratik Timor Leste (F-FDTL) dan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) secara resmi memformalisasikan  perjanjian operasi gabungan ‘Pombu Mutin’ atau Merpati Putih, untuk  menjamin keamanan selama kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada 09 – 11 september 2024.

Panglima Angkatan Pertahanan Bersenjata Timor-Leste, Letnan Jenderal F-FDTL, Dominggos Raul ‘Falur Rate Laek’  menginformasikan bahwa perjanjian operasi gabungan yang diresmikan hari ini oleh lembaga pertahanan dan keamanan tersebut untuk melaksanakan upaya dalam memberikan keamanan di Timor-Leste, khususnya di Dili selama kunjungan Paus Fransiskus.

“Operasi gabungan ini kami namakan  “Pombu Mutin”. Artinya, operasi ini dapat membawa kedamaian dan ketentraman bagi kita semua sehingga tidak akan terjadi permasalahan. Mari kita semua menghindari kekerasan satu sama lain selama kunjungan Paus di Timor-Leste,”kata Letnan Jenderal Falur Rate Laek  kepada wartawan di Markas PNTL, Caicoli Dili, rabu ini.

Berita terkait : PNTL – POLRI bekerjasama jamin keamanan selama kunjungan Paus Fransiskus

Ia  menegaskan, operasi gabungan tersebut baru diresmikan, namun sebelumnya upaya mendukung keamanan demi perdamaian dan stabilitas di Timor-Leste telah dilakukan oleh kedua lembaga tersebut.

Dikatakan, kegiatan persiapan di seluruh kotamadya sudah berlangsung sejak dulu, dan selama kunjungan Paus Fransiskus kedua pasukan tersebut akan berusaha untuk menjaga keamanaan dengan sebaik mungkin.

“Ini adalah tugas yang sangat kompleks, mengandalkan tugas operasi gabungan dinilai sangat besar yang akan menuliskan sejarah Timor-Leste. Sebagai lembaga pendukung pertahanan dan keamanan tetap menjalankan perannya seperti biasa dan tidak ada hal baru dalam dua institusi tersebut,” ujarnya.

Falur Rate Laek mengemukakan bahwa dalam kerja operasi gabungan telah ditetapkan aturan-aturan yang perlu menjadi pedoman bagi semua warga negara di Timor-Leste untuk berkontribusi pada keamanan guna membawa keberhasilan bagi semua dan kemajuan bagi bangsa Timor-Leste.

Beliau juga  menegaskan, patroli akan dilakukan hari  dan operasi gabungan tidak menghalangi untuk bekerjasama, sesuai dengan kesatuan masing-masing apabila ada keputusan untuk bersama-sama guna lebih memperkuat pertahanan dan keamanan.

Berita terkait : Telah dirilis, Inilah jadwal lengkap kunjungan Paus Fransiskus di Timor-Leste

Sementara, Komisaris Jenderal Polisi Nasional Timor-Leste (PNTL), Henrique da Costa meminta agar setiap anggota efektif di PNTL dari pusat hingga kotamadya akan dimanfaatkan secara maksimal,untuk menanggapi operasi gabungan dalam menjamin kemanaan selama kunjungan Paus.

“Operasi ini termasuk kategori besar, karena dalam acara kunjungan Paus Fransiskus yang akan melibatkan banyak umat katolik, termasuk WNA dari luar negeri. Karena itu, perlu dipastikan keamanan yang lebih baik dan kuat yang dimiliki oleh PNTL dan F-FDTL,” jelasnya.

Dalam perjanjian operasi bersama ini terdapat perintah kerja bagi para komandan kepolisian di setiap kotamadya untuk bekerja sama dengan pastor paroki dan Otoritas Pemerintah Kotamadya, untuk mendampingi umat paroki dari masing-masing kotamadya sampai ke tempat tujuan yang telah disiapkan panitia.

“Ini menjadi tanggung jawab masing-masing komandan kepolisian di masing-masing kotamadya, agar bisa lebih mendampingi pergerakan umat Katolik. Saya mohon umat Katolik tetap menjaga silaturahmi agar bisa merayakan hari penting ini dengan suka cita dan damai bagi seluruh masyarakat Timor-Leste,” ungkapnya.

Berita terkait : Hadiri kunjungan Paus di Dili, Keuskupan Atambua mulai buka pendaftaran

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!