iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, HEADLINE

Cegah rabies, 13 ribu anjing di area perbatasan divaksin

Cegah rabies, 13 ribu anjing di area perbatasan divaksin

Direktur Nasional Veteriner, Joanita Bendita da Costa Jong. Foto Tatoli

DILI, 08 maret 2024 (TATOLI)—Direktorat Nasional Veteriner Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MAPPF) telah memvaksinasi 13.223 ekor anjing untuk mencegah penyebaran infeksi virus rabies di area perbatasan dengan Republik Indonesia, seperti Bobonaro, Covalima dan Oé-Cusse.

“Pada tahap pertama ini, tujuannya adalah memberikan vaksin anti-rabies pada 16.236 anjing di ketiga kotamadya tersebut. Sejauh ini, di Oé-Cusse baru capai 3.832 ekor anjing yang divaksin dari targetnya 4.898 ekor,” jelas Direktur Nasional Veteriner, Joanita Bendita da Costa Jong pada Tatoli di kantor MAPPF Comoro, jumat.

Ia menambahkan untuk target di Covalima, dari total 6.037 ekor anjing, berhasil memvaksinasi 4.406 ekor anjing, sementara di Bobonaro, 4.985 ekor anjing telah divaksin dari targer dari total 5.301 ekor anjing.

Ditanya tentang vaksinasi di ibu kotamadya, Direktur itu mengatakan bahwa sejauh ini dia belum dapat memberikan data karena tim teknis masih menjalankan tugasnya di lapangan.

“Di Dili, kami belum mencatat data tentang jumlah anjing yang telah menerima vaksin rabies, tetapi target kami adalah untuk memberikan vaksin kepada 10.000 ekor anjing,” katanya.

Joanita Jong juga mengatakan bahwa tim teknis saat ini sedang mempersiapkan peluncuran vaksinasi rabies tahap kedua, yang dijadwalkan minggu depan, yang ditujukan untuk anjing-anjing yang belum diimunisasi, seperti di Oé-Cusse, sekitar 1.000 ekor, serta 1.631 ekor di Covalima dan 594 ekor di Bobonaro.

Ia  mengatakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan ini, tim dokter menghadapi beberapa kendala, karena di daerah terpencil terdapat jarak yang jauh antara satu tempat dengan tempat lainnya, serta infrastruktur jalan yang kurang memadai, sehingga para profesional harus berjalan berjam-jam untuk menjangkau penerima.

Joanita Jong juga mengatakan bahwa kendala lainnya adalah adanya beberapa masyarakat yang tidak mengizinkan tim medis untuk memberikan vaksin dan juga saat tim medis tiba di lokasi, rumah dalam keadaan kosong karena masyarakat pedalaman menggunakan anjing untuk berburu di semak-semak.

Dikatakan, vaksin yang didukung oleh pemerintah Australia, 20.000 dosis, sangat mencukupi, karena hanya sekitar 50.000 dosis yang digunakan pada tahap pertama ini. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!