iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, HEADLINE

ICAO fasilitasi pelatihan keamanan penerbangan bagi pegawai AACTL

ICAO fasilitasi pelatihan keamanan penerbangan bagi pegawai AACTL

Pegawai Otoritas penerbangan sipil Timor-Leste (AACTL) mengikuti pelatihan di aula Hotel Novo Turismu, senin (27/02). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 27 februari 2023 (TATOLI)— International Civil Aviation Organization (ICAO) melalui Cooperative Aviation Security Programme – Asia Pacific (CASP-AP) hari ini memberikan pelatihan tentang Kontrol Kualitas Keamanan Penerbangan Sipil Nasional (NCASQCP-National Civil Aviation Security Quality Control) kepada pegawai Otoritas penerbangan sipil Timor-Leste (AACTL).

Ketua Otoritas AACTL (Otoritas Penerbangan Sipil Timor-Leste), Eusébio Freitas menjelaskan, tahun ini pihaknya diberikan kesempatan untuk mengelar pelatihan NCASQCP atau Kontrol Kualitas Keamanan Penerbangan Sipil Nasional dengan menghadirkan pakar dari ICAO untuk memberikan paparan mereka selama lima hari.

“Selama dua hari penuh AACTL bersama mitranya yang ikut berpartisipasi akan menerima paparan tentang apa itu kontrol kualitas keamanan penerbangan dan tiga hari berikutnya akan berfokus pada proses implementasi di lapangan,” jelas Eusébio Freitas di Hotel Novo Turismo, senin ini.

Lokakarya interaktif lima hari ini dirancang untuk membekali personel manajemen keamanan penerbangan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan langkah-langkah kontrol kualitas keamanan penerbangan yang efektif di bawah Program NCASQCP.

Programme Cordinator dan Senior Aviation Security Advisor CASP-AP, Tony Blackiston menjelaskan langkah untuk kontrol kualitas dibutuhkan keterlibatan semua industri mulai  dari regulator bandara, maskapai penerbangan hingga instansi pemerintah.

“Dalam pelatihan di dua hari pertama kita akan membahas teorinya. Jadi mengapa kita membutuhkan kontrol kualitas? Siapa yang harus melakukannya? Bagaimana seharusnya mereka melakukannya? Dan bagaimana kita menindaklanjuti?” ucapnya.

Selain itu di hari ketiga sampai kelima akan melihat produksi sampel program kendali mutu serta implementasi program itu secara berkelanjutan dan konsisten. Itu aspek kuncinya.

Lokakarya ini menyediakan alat untuk membantu pengembangan dokumentasi, metodologi implementasi, dan pemeliharaan pengawasan yang tepat dan prosedur penjaminan mutu internal.

Peserta harus berada di tingkat manajemen menengah atau senior dengan tanggung jawab dalam pengembangan, persetujuan dan/atau pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu. Peserta juga harus memiliki pengetahuan dan/atau pengalaman sebelumnya dalam fungsi pengawasan keamanan penerbangan.

“Kami akan melihat bagaimana melakukan itu, menyediakan beberapa alat untuk melakukan itu dan bekerja dengan tim kami,” paparnya.

Dijelaskan, peserta yang ikut hadir dalam lokakarya tersebut berjumlah 16 orang dari Timor-Leste dan dua peserta lainnya dari Vietnam.

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor        : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!