iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL

Australia: Pengembangan Greater Sunrise di TL tergantung pada keputusan Joint Venture

Australia: Pengembangan Greater Sunrise di TL tergantung pada keputusan Joint Venture

Perwakilan Khusus Australia untuk proyek Greater Sunrise, Steve Bracks bertemu Menteri Perminyakan dan Mineral Timor-Leste, Victor da Conceição Soares dan Ketua Otoritas Perminyakan dan Mineral Nasional (ANPM), Florentino Soares Ferreira di Dili. Foto Tatoli

DILI, 01 desember 2022 (TATOLI) – Perwakilan Khusus Australia untuk proyek Greater Sunrise, Steve Bracks mengatakan proses pengembangan proyek Greater Sunrise di darat Timor-Leste tergantung pada keputusan Sunrise Joint Venture (Woodside, Osaka Gas, dan Timor GAP).

Steve Bracks mengatakan hal itu dalam konferensi pers setelah bertemu Menteri Perminyakan dan Mineral Timor-Leste, Victor da Conceição Soares, di Dili, kamis.

“Ini adalah proyek yang sangat penting bagi Australia, dan kami ingin melihat proyek Sunrise bergerak maju agar layak secara ekonomi dan menjadi kontributor produktif bagi perekonomian Timor-Leste,” katanya.

Ketika ditanya tentang posisi Australia pada proyek Greater Sunrise  Sunrise yang akan dikembangkan di Timor-Leste, Bracks mengatakan gas diproses sangatlah penting untuk ditentukan.  “Di mana gas diproses sangat penting untuk ditentukan oleh usaha Joint Venture dan Australia  tidak memiliki posisi sama sekali dalam hal ini. Itu masalah yang akan ditentukan oleh perusahaan Joint Venture,” katanya.

Dia mengatakan Australia ingin melihat proyek tersebut dikembangkan dengan cara sebaik mungkin. “Jelas kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mewujudkannya,” paparnya.

Bracks juga mengatakan bahwa rezim pajak keuangan untuk proyek Sunrise telah maju dan pekerjaannya berjalan sangat baik.

“Menteri Soares telah melakukan pekerjaan yang hebat dalam memajukan proyek ini untuk kepentingan Timor-Leste dan kami ingin bekerja sama dengan pemerintah Timor-Leste untuk memastikan bahwa proyek ini segera selesai,” katanya.

Di tempat yang sama, Menteri Perminyakan dan Mineral Timor-Leste, Victor da Conceição Soares  menyampaikan bahwa proyek Greater Sunrise sangat penting bagi Timor-Leste.

“Kami melakukan diskusi yang bermanfaat dan produktif dengan Perwakilan Khusus Australia untuk proyek Greater Sunrise, Steve Bracks. Kami memberi pengarahan kepadanya tentang posisi Timor-Leste dan rencana strategis kami untuk pengembangan Greater Sunrise di darat Timor-Leste, yang dikenal sebagai Proyek Tasi-Mane. Timor-Leste membutuhkan dukungan Australia untuk memajukan pengembangan proyek tersebut,” katanya.

Pada agustus 2022, Menteri  Victor mengatakan kepada Australian Financial Review dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa Woodside dan Pemerintah Australia harus adil dengan mengizinkan pemrosesan gas alam cair Sunrise dilakukan di pantai selatan Timor-Leste, bukan di pantai Woodside.

Sementara, Ketua  Otoritas Perminyakan dan Mineral Nasional (ANPM), Florentino Soares Ferreira mengatakan  dokumen Kontrak Bagi Hasil (PSC) dan Kode Pertambangan Minyak (PMC) telah disampaikan kepada Perusahaan Joint Venture.

“Sementara itu, Pemerintah Australia telah setuju untuk menggunakan rezim fiskal Timor-Leste. Jadi, kami akan melanjutkan upaya   untuk memastikan bahwa   dapat mulai memproduksi gas alam dari ladang Greater Sunrise sebelum tahun 2030,” katanya.

Dia  menunjukkan bahwa pengembangan Greater Sunrise di Pantai Selatan akan menguntungkan proyek pengembangan minyak dan gas besar lainnya di negara ini.

“Pabrik dan fasilitas pemrosesan LNG dan gas alam Greater Sunrise dapat digunakan untuk proyek eksplorasi minyak dan gas lainnya baik di darat maupun lepas pantai Timor-Leste,” tambahnya.

Perlu dicatat bahwa dalam konsorsium Greater Sunrise Joint Venture, perusahaan publik Timor Gás e Petróleo (Timor GAP) memiliki 56,56% saham, Woodside (operator) 33,44% dan Osaka Gás 10%.

Reporter : Filomeno Martins

Editor   : Nelia Borges  (Penerjemah : Armandina Moniz)

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!