iklan

HEADLINE, INTERNASIONAL, PENDIDIKAN, SOSIAL INKLUSIF

Uskup Agung Peña Parra: Seminaris adalah masa depan gereja dan negara

Uskup Agung Peña Parra: Seminaris adalah masa depan gereja dan negara

Wakil Perdana Menteri (PM) Tahta Suci, Uskup Agung Edgar Peña Parra mengunjungi Seminari Tinggi Santu Petrus Santu Paulus Fatumeta dengan didampingi Dom Virgílio Kardeál do Carmo da Silva, SDB. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 21 september 2022 (TATOLI)– Wakil Perdana Menteri (PM) Tahta Suci, Uskup Agung Edgar Peña Parra dalam kunjungannya di Seminari Tinggi Santu Petrus Santu Paulus Fatumeta mengingatkan bahwa para seminaris adalah masa depan gereja Katolik dan negara.

“Kunjungan ini adalah yang terbesar karena seminaris adalah masa depan gereja dan masa depan negara. Mereka yang melalui pelatihan di seminari dan menjadi seorang Iman akan menjadi masa depan gereja dan mereka yang tidak menjadi Iman akan menjadi masa depan negara,” ucap Wakil Menteri Vatikan di Asrama Seminari Tinggi Santu Petrus Santu Paulus Fatumeta, rabu ini.

Kehadirannya sendiri di Seminari untuk membawa pesan, kasih dan berkat dari Paus Fransiskus kepada para kaum muda di seminari agar lebih tekun untuk belajar dan memperbaiki kualitas iman mereka masing-masing.

“Ini sangat diprioritaskan untuk dikunjungi untuk memberikan nasehat, kasih dan berkat sebagai tanda kehadiran Paus untuk seminari di TL. Kalian yang nantinya akan mengantikan kami disini, untuk itu harus lebih mengembangkan diri,” ucapnya.

Secara umum materi yang diprogramkan pemerintah untuk setiap jenjang pendidikan harus dipelajari oleh para seminaris sesuai tingkat masing-masing, entah dari SMP (Sekolah Menengah Umum), SMU (Sekolah Menengah Umum) dan Perguruan Tinggi.

Adapun materi binaan tambahan pada umumnya adalah, Pengetahuan Agama Katolik, Sejarah Gereja, Kitab Suci, Liturgi, Kepribadian, Etiket (Pergaulan), Psikologi Perkembangan, Public Speaking, tambahan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Latin dan bahasa pilihan lainnya, Musik  (Kesenian Gereja), Kebudayaan, Pastoral, Katekese, Hidup Berkomunitas, Panggilan dan Motivasi, Bina Kepribadian, Bimbingan Rohani, dan lainnya.

Diapun meminta agar di sela-sela mengikuti kurikulum pemerintah, para seminaris harus menyisihkan waktu untuk memenuhi kurikulum seminari.

“Pendidikan di seminari semuanya diterapkan dengan disiplin yang prima, sekaligus tidak kaku dan mematikan, tetap menghormati hak asasi manusia, demokratis dan kristiani,” katanya.

Seluruh pembinaan di Seminari tidak lepas dari empat (4) kerangka dasar ini yakni membantu peningkatan pemberdayaan dan kemampuan tiap seminaris dalam bidang, kemanusiaan (kepribadiannya), akademi (intelektualnya, kerohanian (spiritualitasnya) dan kecakapan serta keterampilan berpastoral.

Sementara, Rektor Seminari Tinggi Santu Petrus Santu Paulos Fatumeta, Pastor Eduardo de Almeida bersyukur dan merasa senang atas kunjungan tersebut untuk memotivasi para seminaris yang sedang belajar disana.

“Senang karena mendapatkan kunjungan dari perwakilan Paus dan Ia membawa kasih dan doa serta berkat dari Paus untuk kami. Jadi, kami semua dan sebagai nasrani kita harus senang,” ucap Pastor Eduardo.

Disebutkan, saat ini ada 238 seminaris yang belajar di Seminari Tinggi Santu Petrus Santu Paulus Fatumeta yang didampingi oleh lima pastor.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil PM Vatikan bersama Uskup Agung, Virgílio Kardinal do Carmo da Silva menandatangani sebuah batu marmer prasasti untuk mengenang kunjungan perwakilan Paus dan Kardinal pertama Timor-Leste.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!